Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Jumlah Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis pada 2024

Pada 2024, AJI Indonesia mencatat 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis, dengan mayoritas pelaku berasal dari aparat kepolisian. Jenis kekerasan yang dialami mencakup kekerasan fisik, teror, pelarangan liputan, dan serangan digital.

by Raka Maheswara
5 February 2025
in Humaniora
Jumlah Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis pada 2024

Laporan AJI Indonesia mengungkapkan 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia pada 2024, dengan polisi menjadi pelaku utama. (Sumber: Freepik/Frestockcenter)

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, tercatat sebanyak 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di Indonesia sepanjang 2024.

Dalam laporan tersebut, kekerasan fisik menjadi kategori yang paling dominan, dengan 19 jurnalis mengalami kekerasan fisik. Selain itu, terdapat 17 kasus teror dan intimidasi yang menimpa jurnalis, serta 8 kasus pelarangan liputan dan 8 kasus ancaman yang mengancam kebebasan pers di Indonesia.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Selain kekerasan fisik, jenis kekerasan lain yang tercatat termasuk serangan digital, dengan 6 kasus serangan siber terhadap jurnalis, serta perusakan alat kerja atau penghapusan data yang tercatat dalam 5 kasus. Kasus pemanggilan klarifikasi oleh polisi tercatat 3 kali, diikuti dengan kekerasan berbasis gender yang juga menyumbang 3 kasus. Tak hanya itu, ada pula 2 kasus penuntutan hukum perdata terhadap media, 1 kasus swasensor di ruang redaksi, dan 1 kasus pembunuhan terhadap jurnalis yang terjadi pada tahun lalu.

Menurut data AJI, pelaku kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia sebagian besar berasal dari aparat kepolisian, dengan total 19 kasus. Selain itu, TNI juga tercatat terlibat dalam 11 kasus kekerasan terhadap jurnalis, sementara warga dan organisasi masyarakat menyumbang 11 kasus. Perusahaan dan aparat pemerintah terlibat dalam 5 kasus dan 4 kasus, masing-masing.

Sebagian besar kasus kekerasan ini telah dilaporkan ke aparat penegak hukum di tingkat Polres kabupaten/kota setempat, meskipun banyak di antaranya masih menunggu proses hukum lebih lanjut. AJI menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis menjadi salah satu ancaman serius bagi kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia. (RK/D-1)

(Baca: Data Kasus Serangan Berbasis Digital pada Jurnalis (2020-2024))

Source: Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Tags: jurnalisKekerasanmediaWartawan

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Realisasi Investasi Indonesia 2024, Singapura Terbesar

Realisasi Investasi Indonesia 2024, Singapura Terbesar

Comments 1

  1. Pingback: Populasi Babi di Indonesia 2024 Menurut Provinsi – Dataloka.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.