Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Politik

Litbang Kompas, Mayoritas Setuju Presidential Threshold Dihapus

Mayoritas masyarakat Indonesia mendukung penghapusan presidential threshold (PT) berdasarkan survei Litbang Kompas. Sebanyak 66,1% responden setuju karena memberikan lebih banyak pilihan capres-cawapres dan membuka peluang yang sama bagi partai politik.

by Raka Maheswara
15 January 2025
in Politik
Mayoritas Penduduk Indonesia Setuju Presidential Threshold Dihapus

Survei Litbang Kompas: 66,1% masyarakat setuju penghapusan presidential threshold. (Sumber: MK)

Share on FacebookShare on Twitter

Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia setuju dengan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) yang telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dari total responden, sebanyak 66,1% menyatakan dukungan terhadap kebijakan ini.

READ ALSO

Hari TNI 2026: Jumlah Tentara Aktif Indonesia Capai 433.700 Personel

Pidato Prabowo soal Londo Ireng, Percakapan Publik Didominasi Emosi Marah

Mayoritas responden yang setuju (48,9%) berpendapat bahwa keputusan ini memberikan masyarakat lebih banyak pilihan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Dukungan juga datang dari 29,6% responden yang percaya bahwa semua partai politik memiliki peluang yang sama untuk mengajukan kader mereka sebagai capres-cawapres.

Selain itu, 16,3% responden setuju karena partai politik akan lebih mudah mengajukan pasangan calon tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Ada pula 3% responden yang memiliki alasan lain, sementara 2,2% menyatakan tidak tahu.

Di sisi lain, 31,3% responden menyatakan tidak setuju dengan penghapusan presidential threshold. Alasan utama yang dikemukakan oleh 50,1% dari kelompok ini adalah potensi kebingungan di kalangan pemilih akibat banyaknya pasangan capres-cawapres yang akan muncul.

Survei ini melibatkan 528 responden dari 38 provinsi di Indonesia. Pemilihan responden dilakukan secara acak dari panel Litbang Kompas, dengan mempertimbangkan proporsi penduduk di setiap provinsi. Toleransi kesalahan survei (margin of error) sekitar 4,22% dan tingkat kepercayaan 95%, dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. (NKR/D-1)

(Baca: Tren Indeks Demokrasi Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir (2014-2023))

Penulis: Nouvan K Ramadhan
Editor: Raka Maheswara

Source: Litbang Kompas
Tags: MKpemiluPolitikpresidential threshold

Related Posts

Hari TNI 2026 Jumlah Tentara Aktif Indonesia Capai 433.700 Personel
Politik

Hari TNI 2026: Jumlah Tentara Aktif Indonesia Capai 433.700 Personel

5 October 2026
Pidato Prabowo soal Londo Ireng, Percakapan Publik Didominasi Emosi Marah
Politik

Pidato Prabowo soal Londo Ireng, Percakapan Publik Didominasi Emosi Marah

1 August 2026
10 Kabupaten Kota Pemain Judi Online Terbanyak 2025, Bogor Pimpin Jumlah Pemain
Politik

10 Kabupaten Kota Pemain Judi Online Terbanyak 2025, Bogor Pimpin Jumlah Pemain

19 July 2026
Gubernur Terbaik di Indonesia 2026 Versi Survei MudaBicara: Sherly Tjoanda Puncaki Daftar
Politik

Gubernur Terbaik di Indonesia 2026 Versi Survei MudaBicara: Sherly Tjoanda Puncaki Daftar

1 May 2026
Potensi Invasi Darat AS di Iran, Superioritas Militer Berhadapan dengan Benteng Alam
Politik

Potensi Invasi Darat AS di Iran, Superioritas Militer Berhadapan dengan Benteng Alam

2 April 2026
Warga AS Lebih Simpati ke Palestina daripada Israel setelah 25 Tahun Survei
Politik

Warga AS Lebih Simpati ke Palestina daripada Israel setelah 25 Tahun Survei

2 April 2026
Next Post
Daftar Pesepak Bola Inggris Termahal di Real Madrid (1979-2025) Instagram @trentarnold99

Daftar Pesepak Bola Inggris Termahal di Real Madrid (1979-2025)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.