Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah menaklukkan Maroko dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung Senin (19/1) dini hari WIB. Gol penentu kemenangan dicetak Pape Gueye pada menit ke-94.
Gol itu juga sekaligus memastikan Les Lions de la Teranga kembali mengangkat trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya setelah edisi 2021. Sepanjang laga final, Senegal tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 55%, unggul tipis atas Maroko yang menguasai 45% permainan.
Kendati demikian, Maroko justru lebih agresif dalam menciptakan peluang dengan total 17 tembakan, sementara Senegal melepaskan 11 percobaan. Dari situasi bola mati, Maroko juga unggul dalam jumlah sepak pojok dengan 10 kesempatan, berbanding delapan milik Senegal.
Pertandingan berjalan keras dengan intensitas tinggi. Tercatat total 35 pelanggaran terjadi sepanjang laga, dengan Senegal melakukan 21 pelanggaran dan Maroko 14 pelanggaran. Dari sisi kedisiplinan, Senegal menerima lima kartu kuning, lebih banyak dibandingkan Maroko yang hanya mengoleksi dua kartu kuning.
Dalam catatan turnamen, Senegal tampil solid sepanjang Piala Afrika 2025 dengan torehan 13 gol dan hanya kebobolan dua kali. Selain itu, tim asuhan Aliou Cissé tersebut juga mencatatkan 17 kartu kuning dan satu kartu merah selama kompetisi berlangsung.
Sejumlah fakta menarik turut mewarnai Piala Afrika 2025. Penyerang Maroko, Brahim Diaz, keluar sebagai peraih sepatu emas usai mencetak lima gol. Sementara itu, kapten Senegal, Sadio Mane, dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen berkat kontribusinya yang konsisten sejak fase grup hingga final.
Pada partai puncak, laga sempat diwarnai kontroversi setelah wasit memberikan penalti kepada Maroko pada babak tambahan waktu kedua. Keputusan tersebut datang tak lama setelah gol Senegal sempat dianulir, sehingga memicu protes dari kedua kubu.
Keberhasilan Senegal juara Piala Afrika 2025 menambah daftar panjang juara dalam 10 edisi terakhir. Sebelumnya, Mesir meraih gelar pada 2008 dan 2010, disusul Zambia pada 2012, Nigeria pada 2013, Pantai Gading pada 2015, Kamerun pada 2017, Aljazair pada 2019, Senegal pada 2021, serta Pantai Gading pada 2023. Dengan capaian ini, Senegal kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika. (RK/D-1)
(Baca: Juara Piala Super Spanyol Terbanyak hingga 2025, Barca Teratas)












