Dataloka.id – Peringkat keseluruhan tidak selalu menggambarkan seluruh kekuatan sebuah universitas. Dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027, sejumlah kampus Indonesia dari kelompok 1.401–1.600 hingga 2.001+ justru masuk sepuluh besar nasional pada pilar tertentu.
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), misalnya, berada pada kelompok 1.401–1.600 dunia. Namun, skor Research Quality sebesar 57,3 menempatkannya di urutan ketiga nasional, hanya di bawah UIN Sunan Kalijaga dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pola serupa terlihat pada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kampus yang berada di kelompok 1.801–2.000 itu menempati posisi keempat nasional pada International Outlook dengan skor 56,3.
Kampus yang Menonjol pada Satu Pilar
Istilah kuda hitam dalam artikel ini digunakan untuk kampus yang posisi keseluruhannya berada pada kelompok 1.401–1.600 atau lebih rendah, tetapi masuk sepuluh besar Indonesia pada setidaknya satu pilar. Posisi nasional pada tabel dihitung dari 42 kampus ranked yang memiliki skor lengkap.
| No. | Perguruan tinggi | THE WUR 2027 | Pilar menonjol | Skor | Posisi nasional |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Institut Teknologi Bandung (ITB) | 1.401–1.600 | Industry | 60,5 | 2 |
| 2 | Universitas Muhammadiyah Surakarta | 1.401–1.600 | Research Quality | 57,3 | 3 |
| 3 | BINUS University | 1.401–1.600 | Research Environment | 27,2 | 3 |
| 4 | Universitas Mataram | 1.601–1.800 | Research Quality | 54,4 | 4 |
| 5 | Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | 1.801–2.000 | International Outlook | 56,3 | 4 |
| 6 | Universitas Ahmad Dahlan | 1.601–1.800 | Research Quality | 49,8 | 5 |
| 7 | Telkom University | 1.601–1.800 | International Outlook | 55,9 | 5 |
| 8 | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1.401–1.600 | International Outlook | 53,0 | 6 |
| 9 | Universitas Andalas | 1.801–2.000 | Industry | 46,5 | 7 |
| 10 | Universitas Trisakti | 2.001+ | Teaching | 27,3 | 9 |
ITB menghadirkan kontras paling tajam pada Industry. Meski berada dalam kelompok 1.401–1.600 secara keseluruhan, skor 60,5 menempatkannya di posisi kedua nasional, hanya di bawah UI.
Universitas Trisakti menjadi contoh dari kelompok paling bawah dalam daftar ranked. Skor Teaching sebesar 27,3 membuatnya berbagi posisi kesembilan nasional dengan Universitas Brawijaya, jauh lebih tinggi daripada kelompok peringkat keseluruhannya.
Mengapa Satu Pilar Bisa Berbeda Jauh?
Peringkat keseluruhan terbentuk dari lima pilar dengan bobot berbeda. Keunggulan pada Industry yang berbobot 4 persen atau International Outlook sebesar 7,5 persen belum tentu mampu mengimbangi skor rendah pada tiga pilar utama.
Daftar ini juga tidak dimaksudkan untuk menyusun peringkat baru. Tujuannya memperlihatkan bahwa kampus yang tertinggal secara keseluruhan dapat menawarkan kekuatan khusus yang relevan bagi kebutuhan mahasiswa, peneliti, atau mitra industri.
Pembaca tetap perlu memahami arti setiap indikator sebelum memilih kampus. Skor Industry, misalnya, mengukur pendapatan riset dari industri dan paten yang mengutip penelitian universitas, bukan tingkat penyerapan kerja lulusan.
Metodologi THE WUR 2027
THE WUR 2027 menggunakan 17 indikator yang dikelompokkan ke dalam Teaching (29,5 persen), Research Environment (29 persen), Research Quality (30 persen), International Outlook (7,5 persen), dan Industry (4 persen). Artikel ini mengolah 42 kampus Indonesia berstatus ranked, sedangkan perguruan tinggi berstatus reporter dikeluarkan karena tidak mempunyai skor pilar dan kelompok peringkat.
Sebutan kuda hitam dan posisi nasional per pilar merupakan hasil pengolahan Dataloka. Keduanya dipakai untuk menunjukkan kontras antara kelompok peringkat keseluruhan dan satu skor yang menonjol, bukan kategori resmi dari THE. (RK/D-1)
Baca: Kampus Swasta yang Mengalahkan PTN dalam Reputasi Perusahaan di Jurusan Tertentu, Ada BINUS











