Negara paling bahagia di Asia Tenggara 2025 menunjukkan adanya kesenjangan tingkat kesejahteraan di antara negara-negara ASEAN. Berdasarkan laporan terbaru World Happiness Report, Singapura berada di posisi teratas dengan skor kebahagiaan tertinggi di kawasan.
Pengukuran tingkat kebahagiaan ini menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kualitas hidup masyarakat. Skor yang dihasilkan mencerminkan berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi hingga dukungan sosial di masing-masing negara.
Singapura Pimpin Kawasan ASEAN
Singapura berada di peringkat pertama dengan skor 6,6 dan menjadi negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di Asia Tenggara pada 2025. Posisi ini diikuti oleh Vietnam (6,4) dan Thailand (6,3) yang juga menunjukkan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.
Filipina dan Malaysia berada di kelompok menengah dengan skor masing-masing 6,2 dan 6. Kedua negara ini mencerminkan kondisi sosial-ekonomi yang cukup stabil di kawasan.
Indonesia sendiri menempati peringkat keenam dengan skor 5,6. Posisi ini berada sedikit di bawah Malaysia, namun masih lebih tinggi dibandingkan Laos yang memperoleh skor 5,5.
Di sisi lain, Kamboja dan Myanmar berada di posisi terbawah dengan skor masing-masing 4,5 dan 4,3. Hal ini menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara tersebut.
Perbandingan dengan Tingkat Kebahagiaan Global
Secara global, Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia dengan skor 7,8, mempertahankan posisinya sejak 2018. Islandia dan Denmark menyusul di posisi kedua dan ketiga dengan skor 7,5.
Negara-negara Eropa masih mendominasi daftar teratas, dengan sebagian besar merupakan negara maju yang memiliki stabilitas sosial dan ekonomi yang tinggi. Dari sepuluh besar dunia, hanya Kosta Rika yang tergolong sebagai negara berkembang.
Laporan World Happiness Report disusun berdasarkan survei Gallup World Poll yang mengukur kesejahteraan subjektif masyarakat. Responden diminta menilai tingkat kebahagiaan mereka dalam skala 0 hingga 10.
Data yang digunakan merupakan agregasi dari periode 2022 hingga 2024, dengan sekitar 1.000 responden per negara setiap tahunnya. Dengan demikian, setiap skor mencerminkan hasil dari sekitar 3.000 responden.
Adapun indikator yang digunakan mencakup Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan dalam mengambil keputusan, tingkat kemurahan hati, serta persepsi terhadap korupsi.
Melalui indikator tersebut, laporan ini tidak hanya menggambarkan kondisi kebahagiaan masyarakat, tetapi juga menjadi acuan bagi negara-negara untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya secara berkelanjutan. (RK/D-1)
(Baca: Jumlah Penduduk Asia Tenggara 2025 Capai 693,43 Juta Jiwa)













