Di tengah pertumbuhan penduduk yang terus berlangsung, nama terpopuler di Indonesia 2025 menghadirkan potret menarik tentang perubahan zaman. Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk Indonesia pada semester II 2025 mencapai 288,32 juta jiwa.
Seiring dengan itu, daftar nama yang paling sering digunakan menunjukkan perbedaan mencolok antargenerasi. Nama bukan sekadar identitas, melainkan juga cerminan nilai, tradisi, dan harapan yang berkembang di masyarakat.
Pada generasi baby boomer, nama-nama yang sederhana dan kental nuansa lokal masih mendominasi. Untuk laki-laki, Slamet menjadi yang paling banyak digunakan dengan 38.530 orang, diikuti Sutrisno (28.671) dan Supardi (26.608). Sementara itu, di kalangan perempuan, Aminah memimpin dengan 37.348 orang, disusul Nurhayati (37.068) dan Sumiati (35.545).
Memasuki generasi X, pola tersebut masih bertahan. Nama Sutrisno kembali menempati posisi teratas untuk laki-laki dengan 65.907 orang. Di belakangnya terdapat Mulyadi (52.298) dan Slamet (50.104). Untuk perempuan, Nurhayati menjadi nama yang paling banyak digunakan, mencapai 105.553 orang, diikuti Sulastri (85.671) dan Sumiati (78.413).
Perubahan mulai terasa pada generasi milenial. Nama Herman muncul sebagai yang paling populer untuk laki-laki dengan 44.299 orang, diikuti Sutrisno (42.266) dan Wahyudi (40.319). Di sisi perempuan, Nurhayati masih bertahan sebagai nama teratas dengan 89.626 orang, diikuti Sri Wahyuni (80.418) dan Ernawati (62.526).
Tren penamaan semakin beragam pada generasi Z. Nama Ardiansyah menjadi yang paling sering digunakan untuk laki-laki dengan 18.008 orang, diikuti Aldi (17.700) dan Wahyudi (16.187). Untuk perempuan, Sri Wahyuni menempati posisi pertama dengan 26.343 orang, disusul Siti Aisyah (24.753) dan Fitriani (22.076).
Pada generasi termuda, yakni generasi alpha, perubahan terlihat lebih jelas. Nama-nama bernuansa Islami modern mendominasi. Muhammad Al Fatih menjadi nama laki-laki paling populer dengan 27.715 orang. Nama lain yang banyak digunakan adalah Muhammad Rafa Azka Putra (11.237) dan Muhammad Yusuf (9.933).
Sementara itu, pada perempuan, Siti Aisyah menjadi yang paling banyak digunakan dengan 14.781 orang. Disusul Aisyah Ayudia Indra (13.997) dan Alika Naila Putri (12.407). Pergeseran ini menunjukkan kecenderungan orang tua masa kini yang menggabungkan nilai religius dengan sentuhan modern dalam penamaan anak. (RK/D-1)
(Baca: Nama Terpopuler di Indonesia 2025, Ini Daftar Nama Terbanyak Berdasarkan Pulau)













