Jumlah alumni LPDP 2025 tercatat mencapai 34.921 orang. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah alumni pada akhir 2019, yang saat itu masih berada di angka 11.390 orang.
Lonjakan tersebut mencerminkan perluasan skala dan intensitas program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam kurun 7 tahun terakhir. Sejak 2020, jumlah alumni baru yang dihasilkan setiap tahun terus meningkat secara konsisten, seiring dengan bertambahnya kuota penerima beasiswa dan beragamnya skema studi yang ditawarkan.
Pada 2020, LPDP mencetak 2.059 alumni baru, sehingga total akumulasi alumni meningkat menjadi 13.449 orang. Setahun kemudian, tambahan 2.488 alumni kembali mendorong akumulasi menjadi 15.937 orang. Tren pertumbuhan ini berlanjut pada 2022 dengan 2.967 alumni, disusul 3.546 alumni pada 2023.
Peningkatan yang paling mencolok terjadi dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, jumlah alumni baru melonjak menjadi 5.596 orang, hampir dua kali lipat dibandingkan capaian 2022. Tren ini berlanjut pada 2025, ketika LPDP mencatat tambahan 6.875 alumni, sehingga total jumlah alumni LPDP 2025 mencapai 34.921 orang.
Secara tahunan, data tersebut memperlihatkan perubahan pola produksi alumni. Jika pada awal dekade ini LPDP mencetak sekitar 2.000–3.000 alumni per tahun, maka sejak 2024 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 5.000 alumni per tahun. Kenaikan ini mengindikasikan akselerasi kebijakan investasi negara di bidang pendidikan tinggi.
Dari sisi akumulasi, pertumbuhan jumlah alumni LPDP juga mencerminkan dampak jangka panjang program beasiswa sejak diluncurkan pada 2013. Dalam enam tahun pertama, total alumni baru mencapai 11.390 orang. Namun, hanya dalam enam tahun berikutnya, jumlah tersebut bertambah lebih dari 23.000 alumni.
Dengan capaian jumlah alumni LPDP 2025 yang terus meningkat, tantangan berikutnya tidak hanya terletak pada perluasan akses pendidikan, tetapi juga pada optimalisasi kontribusi alumni bagi pembangunan nasional. Ke depan, peran alumni LPDP di sektor pemerintahan, industri, riset, dan pendidikan akan menjadi indikator penting keberhasilan program ini dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. (RK/D-1)













