Kerugian bencana di Indonesia pada 2016-2025 menunjukkan pola yang berfluktuasi sebelum akhirnya melonjak tajam. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), nilai kerugian akibat bencana pada 2025 mencapai Rp3,68 triliun per 12 Desember 2025. Angka tersebut hanya mencakup kerugian rumah yang rusak dan terendam.
Perjalanan data dimulai pada 2016 dengan nilai Rp0,76 triliun. Setahun kemudian, kerugian meningkat tipis menjadi Rp0,80 triliun, lalu turun pada 2018 menjadi Rp0,69 triliun.
Kondisi ini berlanjut hingga 2019, ketika nilainya tetap berada di level yang sama. Memasuki 2020, tren mulai berubah dengan kenaikan menjadi Rp0,98 triliun, atau bertambah sekitar 42 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan berlanjut pada 2021, ketika kerugian mencapai Rp1,52 triliun, naik 55 persen dari 2020. Tahun 2022 memperlihatkan peningkatan lebih moderat, yakni Rp1,63 triliun atau bertambah sekitar 7 persen.
Setahun kemudian, angka kembali naik menjadi Rp1,75 triliun dengan persentase yang sama. Memasuki 2024, kerugian menembus Rp2,02 triliun, bertambah 15 persen dari tahun sebelumnya. Puncak lonjakan terjadi pada 2025, ketika nilai kerugian melonjak Rp1,66 triliun hingga mencapai Rp3,68 triliun, atau naik sekitar 82 persen dibanding 2024. (NKR/D-1)
(Baca: Jumlah Kebakaran di Jakarta 2024 Turun, Insiden di Gedung Terra Drone Jadi Sorotan)
Untuk mendapatkan update data terbaru, silahkan bergabung di WA Channel Dataloka.id, disini.













