Perubahan perilaku pelaku usaha digital semakin terlihat pada awal 2026. Kemudahan akses teknologi dan berkembangnya ekosistem digital mendorong pelaku bisnis tidak hanya hadir secara online, tetapi juga lebih selektif dalam menentukan platform penjualan yang digunakan.
Dalam praktiknya, pilihan platform tidak lagi seragam. Setiap generasi menunjukkan kecenderungan yang berbeda dalam memanfaatkan kanal digital, baik dari sisi intensitas penggunaan maupun jenis platform yang dipilih.
Shopee menjadi platform dengan tingkat penggunaan paling merata. Seluruh pelaku usaha dari Gen Z dan Milenial tercatat memanfaatkannya, sementara pada Gen X sebesar 36%. Hal ini menempatkan Shopee sebagai kanal utama dalam aktivitas perdagangan digital lintas generasi.
Di sisi lain, TikTok Shop memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan. Sebanyak 65% Gen Z dan 57% Milenial menggunakan platform ini, sementara pada Gen X mencapai 36%. Pendekatan berbasis video pendek dinilai efektif dalam menarik perhatian sekaligus mendorong transaksi secara langsung.
Tokopedia tetap mempertahankan posisinya sebagai platform yang stabil. Tingkat penggunaannya mencapai 54% pada Gen Z, 62% pada Milenial, dan 36% pada Gen X. Keberadaan yang sudah lama di pasar membuatnya tetap relevan, terutama bagi pelaku usaha yang mengutamakan konsistensi.
Sementara itu, Lazada dan Blibli berada pada tingkat adopsi yang lebih rendah. Lazada digunakan oleh 26% Gen Z dan 40% Milenial, sedangkan Blibli hanya 6% pada Gen Z dan 24% pada Milenial. Pada kelompok Gen X, kedua platform ini tidak digunakan untuk mempromosikan bisnis.
Survei ini dilakukan Jakpat pada 5–6 Februari 2026. Dari 1.387 responden yang terlibat, sebanyak 371 di antaranya merupakan pelaku usaha yang aktif mempromosikan produk melalui media sosial maupun e-commerce. Komposisi responden disesuaikan dengan populasi pengguna internet di Indonesia, dengan margin of error di bawah 5%. (RK/D-1)
(Baca: Pengguna Instagram di Indonesia Oktober 2025 Menurut Usia, Didominasi Kelompok Produktif)













