Dataloka.id — Persentase penduduk Indonesia yang telah menamatkan pendidikan tinggi masih tergolong kecil pada 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, baru 11,30% penduduk berusia 15 tahun ke atas yang memiliki ijazah pendidikan tinggi, dengan kesenjangan cukup lebar antarprovinsi.
Gambaran tersebut terlihat dalam publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang dirilis BPS pada 5 Oktober 2026. Publikasi ini menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 untuk memetakan berbagai indikator kesejahteraan penduduk, termasuk pendidikan tertinggi yang ditamatkan.
Secara nasional, penduduk dengan pendidikan terakhir SMA/SMK sederajat memiliki proporsi terbesar, yakni 32,63%. Kelompok ini disusul lulusan SD sederajat sebesar 23,66% dan SMP sederajat sebanyak 21,06%.
Sementara itu, sebanyak 11,35% penduduk berusia 15 tahun ke atas belum mempunyai ijazah SD. Persentase tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Papua Pegunungan Terendah, Jawa Tengah Masuk Tiga Terbawah
Jika diperinci berdasarkan provinsi, Papua Pegunungan memiliki persentase penduduk lulusan pendidikan tinggi paling rendah di Indonesia pada 2026. Proporsinya hanya 3,60%, atau lebih rendah 7,70 poin persentase dibandingkan rata-rata nasional.
Papua Tengah menempati posisi kedua terbawah dengan persentase sebesar 5,35%. Dengan demikian, kedua provinsi di kawasan Papua tersebut memiliki proporsi lulusan pendidikan tinggi kurang dari separuh angka nasional.
Menariknya, Jawa Tengah menyusul di posisi ketiga dengan persentase sebesar 7,58%. Angka tersebut berada 3,72 poin persentase di bawah capaian Indonesia secara keseluruhan.
Lampung menempati urutan keempat dengan persentase lulusan pendidikan tinggi sebesar 7,90%, disusul Kalimantan Barat sebesar 9,16%. Berikutnya, Jawa Timur berada di posisi keenam dengan 9,48% dan Sumatera Selatan sebesar 9,95%.
Adapun tiga provinsi lain yang melengkapi daftar tersebut adalah Kepulauan Bangka Belitung dengan persentase sebesar 10,53%, Kalimantan Selatan 10,57%, dan Kalimantan Tengah 10,78%.
10 Provinsi dengan Persentase Lulusan Pendidikan Tinggi Terendah pada 2026
| No. | Provinsi | Persentase |
|---|---|---|
| 1 | Papua Pegunungan | 3,60% |
| 2 | Papua Tengah | 5,35% |
| 3 | Jawa Tengah | 7,58% |
| 4 | Lampung | 7,90% |
| 5 | Kalimantan Barat | 9,16% |
| 6 | Jawa Timur | 9,48% |
| 7 | Sumatera Selatan | 9,95% |
| 8 | Kep. Bangka Belitung | 10,53% |
| 9 | Kalimantan Selatan | 10,57% |
| 10 | Kalimantan Tengah | 10,78% |
Sumber: BPS, Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026.
Penduduk usia 15 tahun ke atas.
Kesenjangan Pendidikan Tinggi Masih Lebar
Dari daftar tersebut, tujuh provinsi memiliki persentase lulusan pendidikan tinggi di bawah 10%. Persebarannya tidak hanya terkonsentrasi di Papua, tetapi juga meliputi sejumlah provinsi di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Sebagai perbandingan, DKI Jakarta memiliki persentase penduduk lulusan pendidikan tinggi sebesar 21,25%, tertinggi di Indonesia. Angka tersebut hampir enam kali lipat dibandingkan Papua Pegunungan, dengan selisih mencapai 17,65 poin persentase.
Perbedaan juga terlihat pada jenjang pendidikan dasar. Di Papua Pegunungan, sebanyak 52,37% penduduk berusia 15 tahun ke atas belum mempunyai ijazah SD, sedangkan di Papua Tengah proporsinya mencapai 36,48%.
Sementara itu, Jawa Tengah memiliki persentase penduduk tanpa ijazah SD sebesar 14,81%, dengan kelompok lulusan SD sederajat mencapai 27,24%. Sebanyak 26,82% penduduk lainnya telah menamatkan SMA/SMK sederajat, sedangkan lulusan pendidikan tinggi baru mencapai 7,58%.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan capaian pendidikan tidak hanya terjadi pada jenjang perguruan tinggi, tetapi juga pada tingkat pendidikan sebelumnya. Meski demikian, perbedaan antarprovinsi tidak dapat langsung diartikan sebagai perbedaan kualitas perguruan tinggi maupun akses pendidikan pada tahun yang sama.
Pasalnya, indikator ini mengukur pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan oleh seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas, bukan jumlah mahasiswa yang sedang berkuliah atau lulusan baru sepanjang 2026. Komposisi usia, perpindahan penduduk, dan riwayat pendidikan antargenerasi juga perlu diperhatikan ketika membandingkan capaian setiap wilayah. (RK/D-1)
Baca: Jawa Barat Pimpin Daftar Provinsi dengan Jumlah Kampus Terbanyak di Indonesia pada 2025













