Dataloka.id — Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) program sarjana dan sarjana terapan memiliki median penghasilan Rp6 juta per bulan berdasarkan Tracer Study 2025. Namun, untuk masuk ke sejumlah program studi favorit di kampus tersebut, calon mahasiswa harus menghadapi persaingan puluhan peminat untuk satu kursi.
Laporan Tracer Study UGM 2025 mencakup 4.739 responden pada bagian penghasilan. Kelompok terbesar berada pada rentang Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan dengan porsi 42,98 persen.
Sebanyak 7,39 persen alumni memperoleh Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan. Sementara itu, 1,92 persen lainnya berpenghasilan lebih dari Rp20 juta.
Berbeda dengan ITB maupun UI yang membuka data penghasilan lebih rinci hingga tingkat program atau fakultas tertentu, laporan publik Tracer Study UGM 2025 hanya menyajikan pendapatan secara agregat untuk sarjana dan sarjana terapan. Karena itu, tulisan ini tidak mengklaim Kedokteran, Hukum, Psikologi, atau jurusan tertentu memiliki median gaji Rp6 juta.
Angka penghasilan digunakan untuk menggambarkan outcome lulusan UGM secara umum, sedangkan data SNBT digunakan untuk melihat seberapa ketat beberapa program studi favoritnya.
Median Penghasilan Lulusan UGM Rp6 Juta
Tracer Study UGM 2025 menunjukkan median penghasilan lulusan sarjana dan sarjana terapan sebesar Rp6 juta per bulan. Dari 4.739 responden, 42,98 persen berada pada rentang Rp5.000.001 hingga Rp10 juta.
Porsi lulusan dengan penghasilan Rp2 juta hingga Rp5 juta hampir sama besar, yakni 42,52 persen. Sebanyak 5,19 persen berpenghasilan kurang dari Rp2 juta.
Pada kelompok atas, 7,39 persen alumni memperoleh Rp10.000.001 hingga Rp20 juta. Sebanyak 1,92 persen lainnya berada di atas Rp20.000.001 per bulan.
| Rentang Penghasilan | Persentase |
|---|---|
| Lebih dari Rp20 juta | 1,92% |
| Rp10 juta–Rp20 juta | 7,39% |
| Rp5 juta–Rp10 juta | 42,98% |
| Rp2 juta–Rp5 juta | 42,52% |
| Kurang dari Rp2 juta | 5,19% |
Sumber: Tracer Study UGM 2025.
Dengan demikian, sekitar 9,31 persen responden berada pada kelompok penghasilan di atas Rp10 juta per bulan. Namun, laporan publik tersebut tidak merinci program studi asal alumni dalam setiap kelompok pendapatan.
UGM Diminati Lebih dari 84 Ribu Pilihan Prodi pada SNBT 2026
Pada SNBT 2026, UGM menerima 84.637 peminatan program studi. Jumlah calon mahasiswa unik yang mendaftar mencapai 76.139 orang.
UGM menerima 2.857 calon mahasiswa melalui jalur SNBT. Secara keseluruhan, kampus tersebut menyediakan 2.837 kursi pada rencana awal penerimaan SNBT 2026 atau sekitar 30 persen dari total kapasitas sarjana dan sarjana terapan.
Peminatan terbesar berada di Sekolah Vokasi dengan 21.730 pilihan. Fakultas Teknik menyusul dengan 10.702 peminatan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 5.463.
Angka peminatan fakultas tidak dapat langsung dibagi dengan jumlah mahasiswa diterima secara keseluruhan karena satu fakultas menaungi banyak program studi dengan daya tampung berbeda.
Kedokteran Sekitar 60 Peminat per Kursi Berdasarkan Pembanding Historis
Untuk melihat tingkat persaingan program studi, Dataloka.id menggunakan jumlah peminat SNBT 2025 yang dipublikasikan UGM dan membandingkannya dengan daya tampung SNBT 2026.
Kedokteran memiliki 3.155 peminat pada SNBT 2025. Daya tampung SNBT 2026 sebanyak 53 kursi.
Perbandingan tersebut menghasilkan sekitar 59,53 peminat per kursi. Angka ini bukan acceptance rate aktual 2026 karena jumlah peminat berasal dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, rasio tersebut dapat dipakai sebagai gambaran historis tentang besarnya tekanan persaingan jika minat calon mahasiswa tidak berubah drastis.
Psikologi Sekitar 53 Peminat per Kursi
Psikologi menjadi salah satu program yang sangat populer di UGM. Pada SNBT 2025, prodi ini memiliki 3.601 peminat.
Daya tampung SNBT 2026 mencapai 68 kursi. Dengan perbandingan tersebut, terdapat sekitar 52,96 peminat untuk setiap kursi.
Jumlah tersebut lebih rendah daripada Kedokteran, tetapi tetap menunjukkan tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Hukum Sekitar 38 Peminat per Kursi
Hukum memiliki jumlah peminat terbesar dalam data UGM yang dipublikasikan untuk SNBT 2025, yakni 3.654 orang. Namun, daya tampungnya juga lebih besar. Pada SNBT 2026, UGM menyediakan 96 kursi untuk program sarjana Hukum.
Rasio historisnya sekitar 38,06 peminat per kursi. Angka tersebut lebih longgar dibandingkan Kedokteran dan Psikologi karena daya tampung Hukum hampir dua kali kuota Kedokteran.
| Program Studi | Peminat SNBT 2025 | Daya Tampung SNBT 2026 | Peminat per Kursi |
|---|---|---|---|
| Kedokteran | 3.155 | 53 | 59,53 |
| Psikologi | 3.601 | 68 | 52,96 |
| Hukum | 3.654 | 96 | 38,06 |
Catatan: Rasio menggunakan peminat SNBT 2025 dan daya tampung 2026 sehingga hanya menggambarkan indikator historis, bukan tingkat kelulusan aktual SNBT 2026.
Sumber: UGM dan Admisi UGM, diolah Dataloka.id.
Mayoritas Alumni Mendapat Pekerjaan Kurang dari Enam Bulan
Penghasilan bukan satu-satunya indikator outcome lulusan. Tracer Study UGM 2025 juga menunjukkan 91,61 persen alumni memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.
Sebanyak 35,80 persen bahkan sudah bekerja tanpa masa tunggu atau mendapatkan pekerjaan sebelum lulus. Rata-rata masa tunggu lulusan sarjana dan sarjana terapan adalah tiga bulan.
Dari sisi tempat kerja, 61,91 persen responden bekerja di perusahaan swasta. Sebanyak 14,23 persen bekerja di instansi pemerintah dan 10,12 persen di BUMN atau BUMD.
Selain itu, 62,99 persen alumni menilai pekerjaan mereka relevan atau sangat relevan dengan pendidikan yang ditempuh. Sebanyak 20,69 persen menyebut cukup relevan.
Data tersebut memberi gambaran bahwa outcome lulusan tidak hanya dapat dinilai dari nominal pendapatan, tetapi juga kecepatan memperoleh pekerjaan dan kesesuaian bidang kerja.
Apakah Jurusan yang Sulit Dimasuki Pasti Bergaji Tinggi?
Belum tentu. Data publik UGM tidak menyediakan median penghasilan per program studi sehingga tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Kedokteran, Psikologi, atau Hukum mempunyai gaji paling tinggi hanya karena persaingannya ketat.
Tingginya peminat dapat dipengaruhi reputasi program, profesi setelah lulus, lokasi kampus, kapasitas kursi, hingga preferensi calon mahasiswa.
Karena itu, median Rp6 juta dalam Tracer Study UGM 2025 sebaiknya dibaca sebagai gambaran seluruh responden sarjana dan sarjana terapan. Sementara itu, rasio peminat per kursi menunjukkan besarnya kompetisi masuk pada program tertentu.
Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit UGM lewat SNBT?
Berdasarkan pembanding peminat 2025 dan daya tampung 2026, Kedokteran menjadi yang paling ketat dari tiga program populer yang dibandingkan, dengan sekitar 60 peminat per kursi.
Psikologi berada di kisaran 53 peminat per kursi, sedangkan Hukum sekitar 38 peminat per kursi.
Di sisi outcome, median penghasilan lulusan UGM secara keseluruhan mencapai Rp6 juta per bulan. Sekitar 9,31 persen responden bahkan berada pada kelompok pendapatan di atas Rp10 juta.
Namun, kedua data tersebut tidak boleh digabungkan menjadi klaim bahwa jurusan paling sulit otomatis menghasilkan gaji tertinggi. Data penghasilan per prodi perlu tersedia terlebih dahulu untuk membuat perbandingan semacam itu secara valid. (NKR/D-1)












