Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, atau Psikologi: Mana yang Paling Dilirik Perusahaan?

Kedokteran UI dan Unair sama-sama memiliki Employer Reputation 66,5 dalam QS 2026. Farmasi UGM memperoleh 58,0, sedangkan skor yang setara untuk Psikologi UI tidak tersedia secara konsisten dan tidak ada kampus Indonesia dalam QS Nursing 2026.

by Raka Maheswara
6 October 2026
in Humaniora
Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, atau Psikologi Mana yang Paling Dilirik Perusahaan

QS World University Rankings by Subject 2026 menilai reputasi pemberi kerja secara terpisah untuk setiap bidang. (Sumber: UI)

Share on FacebookShare on Twitter

Dataloka.id — Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, dan Psikologi menjadi pilihan calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang kesehatan maupun layanan berbasis manusia. Keempatnya memiliki jalur pendidikan dan profesi yang berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan hubungan kuat antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Lantas, bidang mana yang memiliki reputasi paling kuat di mata pemberi kerja? Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk membacanya adalah Employer Reputation dalam QS World University Rankings by Subject 2026.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Dari skor perguruan tinggi Indonesia yang dapat diverifikasi, bidang Medicine atau Kedokteran memiliki angka tertinggi. Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair) sama-sama memperoleh Employer Reputation sebesar 66,5.

Pada Pharmacy & Pharmacology, Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki Employer Reputation 58,0. Sementara itu, UI menjadi satu-satunya universitas Indonesia yang masuk QS Psychology 2026 dengan posisi 301–350 dunia, tetapi skor Employer Reputation-nya tidak tersedia secara konsisten pada sumber statis yang digunakan.

Situasi berbeda terjadi pada Nursing. Tidak ada perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam tabel QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang tersebut sehingga Keperawatan tidak dapat dibandingkan menggunakan indikator yang sama.

Perbandingan Kedokteran, Farmasi, Psikologi, dan Keperawatan

Bidang Kampus Indonesia QS by Subject 2026 Employer Reputation
Kedokteran Universitas Indonesia 251–300 66,5
Kedokteran Universitas Airlangga 351–400 66,5
Farmasi & Farmakologi Universitas Gadjah Mada 351–400 58,0
Psikologi Universitas Indonesia 301–350 Tidak ditampilkan konsisten
Keperawatan — Tidak ada kampus Indonesia dalam tabel 2026 —

Sumber: QS World University Rankings by Subject 2026 serta publikasi resmi UI, UGM, dan Unair.

Catatan: tabel tidak dimaksudkan sebagai ranking mutlak empat jurusan karena ketersediaan skor Employer Reputation untuk perguruan tinggi Indonesia berbeda pada setiap bidang. Istilah “paling dilirik perusahaan” merujuk pada reputasi di mata pemberi kerja, bukan jumlah lulusan yang direkrut.

Kedokteran UI dan Unair Sama-sama 66,5

Dalam Medicine 2026, UI berada di kelompok 251–300 dunia dan menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi. Employer Reputation UI pada bidang tersebut mencapai 66,5.

Unair berada di kelompok 351–400 dunia, tetapi memiliki Employer Reputation yang sama dengan UI, yakni 66,5. Artinya, perbedaan posisi ranking keseluruhan Medicine keduanya tidak tercermin dalam indikator reputasi pemberi kerja.

UGM menyusul di kelompok 401–450 dunia dengan Employer Reputation 64,0. Universitas Padjadjaran memperoleh 55,3, Universitas Brawijaya 55,8, sedangkan Universitas Diponegoro berada di angka 54,5.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa posisi dalam QS by Subject tidak ditentukan oleh Employer Reputation saja. QS juga menggunakan Academic Reputation, Citations per Paper, H-index Citations, serta International Research Network untuk menyusun peringkat Medicine.

Dengan kata lain, universitas dengan Employer Reputation sama dapat memiliki posisi ranking berbeda karena performa pada indikator lain tidak identik. Hal serupa juga dapat terjadi pada bidang studi lain.

Mengapa Kedokteran Kuat di Mata Pemberi Kerja?

Kedokteran memiliki jalur pendidikan dan profesi yang relatif spesifik. Setelah menyelesaikan tahap akademik, mahasiswa masih perlu menjalani pendidikan profesi dan memenuhi ketentuan registrasi maupun praktik sebelum dapat bekerja sebagai dokter.

Hubungan antara pendidikan kedokteran, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pengguna lulusan juga relatif langsung. Kompetensi yang dibutuhkan profesi dokter diatur dan memiliki standar tertentu sehingga reputasi institusi pendidikan dapat menjadi salah satu faktor yang dikenal pengguna lulusan.

Namun, Employer Reputation sebesar 66,5 tidak berarti 66,5 persen lulusan Kedokteran UI atau Unair langsung memperoleh pekerjaan. Indikator tersebut merupakan skor reputasi yang bersumber dari survei QS terhadap pemberi kerja.

Angka itu juga tidak menunjukkan besaran gaji dokter, masa tunggu memperoleh pekerjaan, ataupun jumlah rumah sakit yang merekrut lulusan. Untuk menjawab pertanyaan semacam itu, tracer study dan data ketenagakerjaan lebih tepat digunakan.

Farmasi UGM Memiliki Employer Reputation 58,0

Pada Pharmacy & Pharmacology 2026, UGM berada di kelompok 351–400 dunia dengan overall score sebesar 56,3. Employer Reputation perguruan tinggi tersebut berada di angka 58,0.

UGM juga memublikasikan skor indikator lainnya. Academic Reputation berada di angka 57,4, Citations per Paper 66,3, H-index 52,6, dan International Research Network sebesar 37,1.

Namun, UGM bukan perguruan tinggi Indonesia dengan ranking keseluruhan Pharmacy & Pharmacology tertinggi. Unair berada di kelompok 251–300 dunia, sedangkan UI menempati kelompok 301–350.

Perbedaan ini kembali memperlihatkan bahwa Employer Reputation tidak identik dengan posisi ranking secara keseluruhan. Universitas dapat berada lebih tinggi dalam ranking akhir karena memperoleh nilai lebih kuat pada indikator lain.

Lulusan Farmasi tidak hanya Bekerja di Apotek

Jalur karier lulusan Farmasi tidak terbatas pada apotek atau rumah sakit. Lulusan dapat bekerja di industri farmasi, kosmetik, pangan, regulatory affairs, quality assurance, quality control, distribusi obat, hingga research and development.

Sebagian pekerjaan membutuhkan kompetensi ilmiah dan laboratorium, sedangkan lainnya lebih dekat dengan regulasi, produksi, bisnis, atau pengawasan mutu. Hal tersebut membuat pasar kerja bidang farmasi lebih luas daripada gambaran profesi apoteker semata.

Untuk menjadi apoteker, lulusan sarjana Farmasi juga perlu menempuh pendidikan profesi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, lulusan Sarjana Farmasi dan pemegang profesi apoteker memiliki jalur kompetensi yang perlu dibedakan.

Kategori Pharmacy & Pharmacology dalam QS juga lebih luas daripada satu program studi sarjana. Penilaian dilakukan pada tingkat universitas dalam rumpun tersebut, bukan memberikan skor khusus kepada Program Studi Farmasi.

Psikologi UI Satu-satunya dari Indonesia

UI menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk Psychology. Kampus tersebut berada di kelompok 301–350 dunia dari 356 institusi yang tercakup.

Posisi itu membuat UI menjadi yang tertinggi di Indonesia secara otomatis karena tidak ada perguruan tinggi Indonesia lain dalam tabel. Namun, skor Employer Reputation Psychology UI tidak tersedia secara konsisten pada sumber statis yang digunakan dalam perbandingan ini.

Karena itu, angka Employer Reputation Psychology UI tidak diisi atau diperkirakan. Pendekatan tersebut membuat data Psychology tidak dapat ditempatkan secara numerik di atas ataupun di bawah Medicine dan Pharmacy & Pharmacology.

Hal lain yang menarik adalah bobot Employer Reputation pada Psychology lebih besar daripada tiga bidang kesehatan lainnya. QS memberikan bobot 20 persen untuk Employer Reputation Psychology, sedangkan Medicine, Pharmacy & Pharmacology, serta Nursing masing-masing 10 persen.

Psikologi tidak Selalu Berarti Menjadi Psikolog

Lulusan Sarjana Psikologi memiliki pilihan karier lebih luas daripada profesi psikolog. Mereka dapat masuk ke sumber daya manusia, rekrutmen, learning and development, riset konsumen, people analytics, pemasaran, pendidikan, hingga organisasi sosial.

Untuk menjadi psikolog, terdapat jalur pendidikan profesi dan ketentuan tersendiri yang harus dipenuhi. Karena itu, prospek kerja lulusan Sarjana Psikologi perlu dibedakan dari jalur profesi psikolog.

Perbedaan tersebut penting ketika membandingkan bidang kesehatan dan layanan berbasis manusia. Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, dan Psikologi sama-sama memiliki profesi yang diatur, tetapi tidak semua lulusan sarjananya langsung masuk ke profesi tersebut.

Employer Reputation QS pun tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa seorang lulusan Psikologi lebih atau kurang mudah mendapat pekerjaan dibandingkan lulusan Kedokteran. Unit yang diukur adalah reputasi universitas pada bidang keilmuan tertentu.

Keperawatan Indonesia tidak Masuk QS Nursing 2026

QS World University Rankings by Subject 2026 untuk Nursing mencakup 225 universitas dari berbagai negara. Namun, tidak terdapat perguruan tinggi Indonesia dalam tabel edisi 2026 tersebut.

Unair sebelumnya tercantum dalam QS Nursing 2025 pada kelompok 151–225. Data tersebut tidak dimasukkan ke dalam tabel utama karena tulisan ini menggunakan edisi 2026 untuk seluruh bidang.

Mencampurkan skor 2025 dengan Medicine, Pharmacy & Pharmacology, atau Psychology 2026 akan membuat perbandingan tidak menggunakan periode yang sama. Karena itu, Nursing dibiarkan tanpa skor dalam perbandingan ini.

Ketiadaan perguruan tinggi Indonesia dalam QS Nursing 2026 juga tidak dapat diartikan bahwa program Keperawatan di Indonesia tidak berkualitas. Tidak masuk tabel hanya menunjukkan bahwa tidak ada institusi Indonesia yang memiliki posisi yang ditampilkan dalam pemeringkatan tersebut pada edisi 2026.

QS memiliki kriteria kelayakan dan cakupan tertentu untuk setiap subject ranking. Dengan demikian, keberadaan atau ketiadaan sebuah universitas dalam tabel tidak sama dengan akreditasi atau penilaian mutu program studi secara nasional.

Bobot Employer Reputation Berbeda Antarbidang

Employer Reputation tidak memiliki bobot yang sama dalam penyusunan ranking empat bidang ini. Psychology memberikan bobot dua kali lebih besar dibandingkan Medicine, Pharmacy & Pharmacology, dan Nursing.

Bidang Bobot Employer Reputation
Medicine 10%
Pharmacy & Pharmacology 10%
Nursing 10%
Psychology 20%

Sumber: QS World University Rankings by Subject Methodology.

Perbedaan bobot muncul karena QS menyesuaikan komposisi indikator dengan karakter setiap disiplin. Psychology memberikan porsi lebih besar terhadap reputasi pemberi kerja, sedangkan sejumlah bidang kesehatan lainnya memberikan komposisi berbeda terhadap indikator riset dan reputasi.

Karena itu, skor Employer Reputation masih dapat dibandingkan secara deskriptif, tetapi ranking akhir antarbidang tidak bisa dibaca seolah seluruh komponennya memiliki bobot yang identik. Posisi 251–300 pada Medicine dan 301–350 pada Psychology, misalnya, berasal dari metodologi bidang yang berbeda.

Ranking Tertinggi belum Tentu Employer Reputation Tertinggi

QS 2026 memperlihatkan bahwa posisi bidang secara keseluruhan dan reputasi pemberi kerja dapat memberikan gambaran yang berbeda. Pada Medicine, UI memiliki ranking dunia lebih tinggi daripada Unair, tetapi keduanya sama-sama memperoleh Employer Reputation 66,5.

Pada Pharmacy & Pharmacology, Unair menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi ranking tertinggi di kelompok 251–300 dunia. Namun, data Employer Reputation yang digunakan dalam perbandingan ini berasal dari UGM dengan skor 58,0.

Pola tersebut menunjukkan bahwa istilah “terbaik dalam QS” dan “paling kuat di mata pemberi kerja” tidak selalu menghasilkan universitas yang sama. Ranking QS merupakan gabungan beberapa indikator, sedangkan Employer Reputation hanya berfokus pada persepsi pemberi kerja.

Calon mahasiswa karena itu perlu melihat indikator mana yang sedang dibandingkan. Peringkat bidang dapat digunakan untuk membaca posisi akademik universitas, sedangkan Employer Reputation memberi sudut pandang mengenai reputasi di kalangan pengguna lulusan.

Jadi, Mana yang Paling Dilirik Perusahaan?

Jika hanya menggunakan Employer Reputation QS 2026 yang dapat diverifikasi untuk perguruan tinggi Indonesia, Kedokteran memiliki skor tertinggi dalam perbandingan ini. Medicine UI dan Unair sama-sama memperoleh 66,5, lebih tinggi daripada Pharmacy & Pharmacology UGM sebesar 58,0.

Namun, kesimpulan tersebut memiliki batas penting. Skor Employer Reputation Psychology UI tidak tersedia secara konsisten pada sumber yang digunakan, sedangkan tidak terdapat perguruan tinggi Indonesia dalam QS Nursing 2026.

Karena itu, pernyataan yang paling tepat adalah Kedokteran memiliki Employer Reputation tertinggi di antara data empat bidang yang dapat dibandingkan, bukan Kedokteran secara mutlak merupakan jurusan dengan peluang kerja terbaik. Perbandingan belum menyediakan skor numerik yang setara untuk seluruh bidang.

Employer Reputation juga bukan indikator tingkat penyerapan kerja. Peluang kerja nyata dipengaruhi kebutuhan tenaga kerja, regulasi profesi, lokasi, kompetensi individu, pendidikan lanjutan, pengalaman, serta kondisi sektor kesehatan.

Bagi calon mahasiswa, data QS dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan, tetapi sebaiknya dibaca bersama tracer study, masa tunggu kerja, pendapatan alumni, biaya pendidikan, kebutuhan tenaga kesehatan, dan panjangnya jalur profesi. Keempat bidang memiliki karakter pendidikan dan pasar kerja yang berbeda sehingga satu skor tidak cukup untuk menentukan pilihan terbaik.

Catatan Metodologi

Tulisan ini menggunakan QS World University Rankings by Subject 2026 untuk Medicine, Pharmacy & Pharmacology, Nursing, dan Psychology. QS menilai bidang pada tingkat universitas sehingga skornya tidak dapat diperlakukan sebagai penilaian khusus terhadap satu program studi sarjana.

Employer Reputation berasal dari survei pemberi kerja global QS dan bukan tingkat penyerapan kerja, jumlah lowongan, ataupun median gaji lulusan. Istilah “paling dilirik perusahaan” dalam judul digunakan untuk memudahkan pembacaan, sedangkan indikator QS secara lebih tepat merujuk pada reputasi di mata pemberi kerja.

Untuk bidang yang skor Employer Reputation kampus Indonesianya tidak dapat diverifikasi secara konsisten melalui sumber yang digunakan, Dataloka tidak mengisi atau memperkirakan nilainya. Data QS 2025 juga tidak dicampurkan dengan edisi 2026 agar perbandingan menggunakan periode yang sama. (RK/D-1)

Baca: Jurusan IT Mana yang Paling Dilirik Perusahaan Ilmu Komputer, Sistem Informasi, atau Teknik Informatika

Source: QS WUR/Website Resmi Kampus
Tags: FarmasiKampusKarierKedokteranKeperawatankesehatanPsikologiQS

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Ilmu Sosial Paling Dilirik Perusahaan Hukum, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, atau Sosiologi

Ilmu Sosial Paling Dilirik Perusahaan: Hukum, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, atau Sosiologi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.