Humaniora
Home / Humaniora / Lulusan UGM Paling Banyak Bekerja di Mana? Perusahaan Swasta Teratas

Lulusan UGM Paling Banyak Bekerja di Mana? Perusahaan Swasta Teratas

Lulusan UGM Paling Banyak Bekerja di Mana Perusahaan Swasta Teratas
Ke mana lulusan UGM melanjutkan karier setelah kuliah? Tracer Study UGM 2025 menempatkan perusahaan swasta di posisi teratas. (Sumber: UGM)

Perusahaan swasta menjadi jenis institusi tempat bekerja yang paling banyak dilaporkan dalam Tracer Study UGM 2025. Laporan Kantor Alumni Universitas Gadjah Mada menyebut persentasenya mencapai 61,91%, lebih tinggi daripada instansi pemerintah serta BUMN/BUMD.

Bagian tempat bekerja memuat 4.698 responden lulusan sarjana dan sarjana terapan. Penelusuran tahun 2025 itu menyasar lulusan tahun 2024, sehingga datanya menggambarkan kelompok yang mengikuti survei tersebut.

Informasi ini membantu menjawab pertanyaan yang lebih spesifik daripada sekadar apakah lulusan sudah bekerja. Pembaca dapat melihat bentuk institusi yang menjadi tujuan karier, lalu membedakannya dari jenis profesi maupun bidang usaha perusahaan.

Sebaran Tempat Kerja Lulusan UGM

Instansi pemerintah berada di urutan berikutnya setelah perusahaan swasta. Laporan juga memisahkan BUMN/BUMD dari instansi pemerintah, sehingga kedua kategori tetap disajikan sendiri-sendiri.

Jenis Institusi Tempat Bekerja Persentase dalam Laporan
Perusahaan swasta 61,91%
Instansi pemerintah 14,23%
BUMN/BUMD 10,12%
Wiraswasta/perusahaan sendiri 4,18%
Organisasi nonprofit/lembaga swadaya masyarakat 2,61%
Institusi/organisasi multilateral 2,46%
Lainnya 6,70%

Penjumlahan angka pada grafik sumber menghasilkan 102,21%, sementara bagian tersebut tidak menjelaskan penyebabnya. Dataloka menyajikan angka sebagaimana dilaporkan, tanpa menormalkan persentase atau mengubahnya menjadi jumlah orang.

Kekuatan dan Kelemahan 10 Kampus Terbaik Indonesia di THE WUR 2027

Jenis Institusi Berbeda dengan Profesi

Kategori perusahaan swasta belum menjawab pekerjaan apa yang dilakukan seseorang setiap hari. Untuk mengetahuinya, dibutuhkan informasi tambahan mengenai jabatan, tugas, bidang usaha, dan kesesuaian pekerjaan dengan pendidikan.

Sebagai ilustrasi, seorang lulusan yang bekerja sebagai analis data dan lulusan yang bekerja sebagai akuntan dapat berada dalam kategori institusi yang sama. Tabel jenis tempat kerja saja tidak dapat membedakan kedua profesi tersebut ataupun menjelaskan program studi yang mereka tempuh.

Perbedaan ini juga membatasi kesimpulan mengenai gaji. Besarnya proporsi pada suatu kategori tidak menunjukkan bahwa kategori itu memberikan pendapatan tertinggi atau masa tunggu kerja terpendek.

Apa Artinya bagi Calon Mahasiswa?

Bagi calon mahasiswa, hasil penelusuran lulusan dapat menjadi bahan untuk menyusun pertanyaan saat membandingkan kampus. Pertanyaan itu dapat mencakup tempat alumni bekerja, kesesuaian tugas dengan ilmu yang dipelajari, serta pengalaman magang yang tersedia selama kuliah.

Pembacaan yang lebih lengkap memerlukan data pada tingkat fakultas atau program studi. Dengan demikian, gambaran universitas dapat dipertemukan dengan pilihan pendidikan yang benar-benar akan diambil seseorang.

10 Kampus Indonesia dengan Skor THE WUR 2027 Paling Seimbang, Unsri Teratas

Temuan tracer study juga perlu dipahami sebagai hasil pengamatan terhadap lulusan pada suatu periode. Angka tersebut tidak menetapkan peluang kerja pribadi calon mahasiswa ataupun menjamin bentuk institusi tempatnya bekerja setelah lulus. (RK/D-1)

Baca: Gaji Lulusan UGM Capai Rp6 Juta pada 2025, 91% Dapat Kerja Kurang dari 6 Bulan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement