Menempuh pendidikan tinggi tidak selalu berakhir dengan kelulusan. Sebagian mahasiswa berhenti di tengah masa studi karena mengundurkan diri, mengalami putus studi, ataupun dikeluarkan dari perguruan tinggi.
Data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 menunjukkan terdapat 289.670 mahasiswa putus kuliah di Indonesia. Data tersebut berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) berdasarkan pelaporan perguruan tinggi dan menggunakan kondisi tahun ajaran 2024/2025.
Jika dikelompokkan berdasarkan bidang ilmu dan seluruh jenjang pendidikan, Teknik menjadi bidang dengan jumlah mahasiswa putus kuliah terbanyak, yakni 68.118 orang.
Posisi berikutnya ditempati bidang Ekonomi dengan 65.070 mahasiswa, disusul Sosial sebanyak 53.634 mahasiswa dan Pendidikan 48.181 mahasiswa.
Empat bidang teratas, yakni Teknik, Ekonomi, Sosial, dan Pendidikan, secara keseluruhan menyumbang 235.003 mahasiswa putus kuliah.
Jumlah tersebut setara sekitar 81,1% dari seluruh mahasiswa putus kuliah di Indonesia pada 2025.
Teknik Capai 68.118 Mahasiswa
Bidang Teknik menempati posisi pertama dengan 68.118 mahasiswa putus kuliah. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai jenjang pendidikan. Kontributor terbesarnya berasal dari program sarjana dengan 55.652 mahasiswa.
Selain itu, terdapat 8.001 mahasiswa putus kuliah pada Diploma III dan 2.734 mahasiswa pada Diploma IV. Sisanya berasal dari jenjang D1, D2, profesi, magister, magister terapan, dan doktoral.
Besarnya angka tersebut tidak otomatis berarti mahasiswa Teknik memiliki kemungkinan putus kuliah paling tinggi. Bidang Teknik sendiri memiliki 1.619.754 mahasiswa terdaftar pada 2025, sehingga jumlah absolut putus kuliah juga perlu dibaca bersama besarnya populasi mahasiswa di bidang tersebut.
Data ini dengan demikian lebih tepat digunakan untuk menunjukkan jumlah mahasiswa yang keluar, bukan sebagai peringkat risiko putus kuliah.
Ekonomi Hanya Terpaut 3.048 Mahasiswa
Ekonomi berada sangat dekat dengan Teknik. Jumlah mahasiswa putus kuliah pada bidang Ekonomi mencapai 65.070 orang, hanya terpaut 3.048 mahasiswa dari Teknik.
Seperti Teknik, sebagian besar berasal dari program sarjana. Jumlahnya mencapai 56.296 mahasiswa. Pada jenjang Diploma III terdapat 2.959 mahasiswa putus kuliah, Diploma IV sebanyak 1.226 mahasiswa, dan magister sebanyak 4.231 mahasiswa.
Bidang Ekonomi sendiri memiliki hampir 2 juta mahasiswa terdaftar, tepatnya 1.999.444 mahasiswa. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam pendidikan tinggi Indonesia.
Khusus S1, Ekonomi Justru Nomor Satu
Urutannya berubah jika hanya jenjang sarjana atau S1 yang diperhitungkan. Pada program sarjana, bidang Ekonomi mencatat 56.296 mahasiswa putus kuliah, sedikit lebih banyak dibandingkan Teknik yang mencapai 55.652 mahasiswa.
Berikut empat bidang dengan mahasiswa putus kuliah terbanyak di jenjang sarjana:
| Bidang | Mahasiswa Putus Kuliah S1 |
|---|---|
| Ekonomi | 56.296 |
| Teknik | 55.652 |
| Sosial | 45.796 |
| Pendidikan | 42.603 |
Secara keseluruhan terdapat 239.155 mahasiswa putus kuliah pada jenjang sarjana jika seluruh bidang dalam tabel Kemdiktisaintek dijumlahkan. Dengan demikian, sekitar 82,6% dari seluruh mahasiswa putus kuliah pada 2025 berasal dari jenjang S1.
Kemdiktisaintek juga mencatat bahwa program sarjana menjadi jenjang dengan jumlah putus kuliah terbesar hampir di seluruh bidang, terutama Ekonomi, Teknik, Sosial, dan Pendidikan.
Sosial dan Pendidikan Ikut Tinggi
Bidang Sosial berada di urutan ketiga dengan total 53.634 mahasiswa putus kuliah. Sebanyak 45.796 di antaranya berasal dari jenjang sarjana. Angka lain berasal dari D1 hingga D4, magister, magister terapan, dan doktoral.
Jumlah mahasiswa terdaftar pada bidang Sosial sendiri mencapai 2.030.203 orang, terbesar kedua setelah bidang Pendidikan. Adapun bidang Pendidikan mencatat 48.181 mahasiswa putus kuliah.
Dari jumlah tersebut, 42.603 berasal dari jenjang sarjana dan 2.776 mahasiswa dari jenjang magister. Terdapat pula 2.405 mahasiswa putus kuliah pada pendidikan profesi.
Padahal, Pendidikan menjadi bidang dengan jumlah mahasiswa terdaftar terbanyak di Indonesia, mencapai 2.766.765 mahasiswa atau sekitar seperempat dari total mahasiswa nasional.
Kesehatan dan Pertanian di Kelompok Berikutnya
Setelah empat bidang teratas, jumlah mahasiswa putus kuliah turun cukup jauh. Bidang Kesehatan berada di posisi kelima dengan 16.761 mahasiswa. Jumlah tersebut tersebar lebih merata antartingkat pendidikan dibandingkan sejumlah bidang lain.
Program sarjana menyumbang 8.795 mahasiswa, Diploma III 3.993 mahasiswa, profesi 1.757 mahasiswa, dan Diploma IV 1.278 mahasiswa. Pertanian menyusul dengan 15.675 mahasiswa putus kuliah.
Sebagian besar atau 12.069 mahasiswa berasal dari program sarjana. Diploma III dan Diploma IV masing-masing mencatat 1.816 dan 1.365 mahasiswa.
Agama hingga Humaniora Paling Sedikit
Empat bidang lainnya mencatat angka di bawah 7.000 mahasiswa. Bidang Agama memiliki 6.858 mahasiswa putus kuliah, sedangkan MIPA sebanyak 6.555 mahasiswa.
Seni mencatat 4.641 mahasiswa dan Humaniora menjadi yang paling sedikit dengan 4.177 mahasiswa putus kuliah. Jumlah yang lebih rendah tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai risiko putus kuliah yang lebih kecil.
Populasi mahasiswa pada masing-masing bidang juga berbeda. Humaniora, misalnya, hanya memiliki 211.443 mahasiswa terdaftar. Seni bahkan hanya memiliki 113.889 mahasiswa.
Karena itu, perbandingan jumlah absolut perlu dibedakan dari persentase mahasiswa yang putus kuliah pada setiap bidang.
Apa yang Dimaksud Mahasiswa Putus Kuliah?
Istilah mahasiswa putus kuliah dalam Statistik Pendidikan Tinggi 2025 memiliki cakupan lebih luas daripada mahasiswa yang terkena drop out karena masalah akademik.
Kemdiktisaintek mendefinisikan mahasiswa putus kuliah sebagai mahasiswa dengan jenis keluar dikeluarkan, putus studi, dan mengundurkan diri.
Dengan demikian, angka 289.670 orang tidak dapat dibaca seluruhnya sebagai mahasiswa yang dikeluarkan kampus.
Sebagian dapat berupa mahasiswa yang secara sukarela memutuskan mengundurkan diri dari pendidikan tinggi.
Kemdiktisaintek juga mencatat bahwa dari total tersebut, sekitar 73,81% berasal dari perguruan tinggi swasta, sedangkan 17,20% berasal dari perguruan tinggi negeri.
Jumlah Putus Kuliah Bukan Ukuran Sulitnya Jurusan
Data tersebut juga tidak menunjukkan bahwa Teknik atau Ekonomi merupakan bidang yang paling sulit untuk diselesaikan.
Jumlah absolut mahasiswa putus kuliah dipengaruhi banyak faktor, termasuk besarnya jumlah mahasiswa di setiap bidang ilmu.
Pendidikan memiliki mahasiswa terdaftar paling banyak, yakni sekitar 2,77 juta orang, disusul Sosial 2,03 juta, Ekonomi 2 juta, dan Teknik 1,62 juta.
Untuk mengukur tingkat kerawanan putus kuliah secara lebih tepat diperlukan indikator berupa persentase mahasiswa putus kuliah terhadap populasi mahasiswa yang relevan dengan metodologi yang konsisten.
Karena itu, data ini sebaiknya dibaca sebagai jumlah mahasiswa putus kuliah berdasarkan bidang ilmu, bukan sebagai daftar jurusan tersulit atau jurusan dengan risiko drop out tertinggi. (RK/D-1)
FAQ
Bidang kuliah apa yang memiliki mahasiswa putus kuliah terbanyak?
Jika seluruh jenjang pendidikan digabungkan, bidang Teknik menjadi yang terbanyak dengan 68.118 mahasiswa putus kuliah pada 2025.
Berapa mahasiswa Teknik yang putus kuliah pada 2025?
Jumlahnya mencapai 68.118 mahasiswa. Sebanyak 55.652 di antaranya berasal dari program sarjana.
Bidang apa yang paling banyak mahasiswa putus kuliah pada jenjang S1?
Untuk jenjang sarjana saja, Ekonomi menjadi yang terbanyak dengan 56.296 mahasiswa, disusul Teknik sebanyak 55.652 mahasiswa.
Berapa total mahasiswa putus kuliah di Indonesia pada 2025?
Kemdiktisaintek mencatat 289.670 mahasiswa putus kuliah pada kondisi tahun ajaran 2024/2025.
Apa yang dimaksud dengan mahasiswa putus kuliah dalam data Kemdiktisaintek?
Kategori tersebut mencakup mahasiswa yang dikeluarkan, putus studi, maupun mengundurkan diri. Jadi, tidak seluruhnya merupakan mahasiswa yang terkena drop out karena alasan akademik.
Apakah Teknik merupakan jurusan dengan tingkat drop out tertinggi?
Belum tentu. Data ini menunjukkan jumlah absolut mahasiswa putus kuliah berdasarkan kelompok bidang ilmu. Untuk menentukan tingkat atau risiko putus kuliah dibutuhkan perbandingan dengan populasi mahasiswa menggunakan indikator dan metodologi yang sesuai.
Dari mana data mahasiswa putus kuliah berasal?
Data berasal dari Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diterbitkan Pusdatin Kemdiktisaintek. Data dasarnya berasal dari PDDikti berdasarkan laporan perguruan tinggi melalui aplikasi Neo Feeder.













