National University of Singapore (NUS) menjadi universitas dengan bidang Keperawatan terbaik di Asia Tenggara dalam QS World University Rankings by Subject 2026. Kampus asal Singapura itu menempati peringkat keenam dunia dengan skor keseluruhan 88,1.
Dominasi NUS terpaut jauh dari kampus Asia Tenggara lainnya. Mahidol University menjadi wakil terbaik kedua dari kawasan, tetapi masih berada pada kelompok peringkat 51–100 dunia. Empat kampus berikutnya berasal dari Thailand dan Malaysia.
Secara keseluruhan, hanya enam universitas Asia Tenggara yang tercantum dalam pemeringkatan Nursing 2026. Thailand menyumbang kampus terbanyak, yakni tiga universitas, disusul Malaysia dengan dua universitas dan Singapura satu universitas. Tidak ada universitas Indonesia dalam daftar tersebut.
Perlu dicatat, QS menilai performa universitas pada suatu bidang ilmu secara keseluruhan, bukan memeringkat satu program studi atau jenjang tertentu secara terpisah. Karena itu, istilah “jurusan Keperawatan terbaik” dalam artikel ini merujuk pada bidang Nursing di tingkat institusi.
NUS Memimpin Jauh
Keunggulan NUS tidak hanya terlihat dari peringkat keenam dunia. Kampus ini juga memperoleh skor 100 untuk indikator Employer Reputation atau Reputasi Perusahaan, tertinggi di antara seluruh wakil Asia Tenggara.
Skor tersebut menunjukkan kuatnya penilaian pemberi kerja terhadap lulusan dan bidang Keperawatan NUS. Namun, indikator ini tidak sama dengan angka penyerapan kerja, besaran gaji alumni, atau jaminan memperoleh pekerjaan setelah lulus.
Mahidol University berada di posisi kedua kawasan dengan skor Reputasi Akademik 72,5 dan Reputasi Perusahaan 77,1. Mahidol menjadi satu-satunya kampus Asia Tenggara selain NUS yang masuk kelompok 100 besar dunia.
Thailand Punya Wakil Terbanyak
Thailand menempatkan Mahidol University, Chiang Mai University, dan Chulalongkorn University. Jumlah ini menjadikannya negara dengan wakil terbanyak di Asia Tenggara.
Malaysia diwakili University of Malaya dan Universiti Putra Malaysia. Keduanya berada pada kelompok berbeda, masing-masing 101–150 dan 151–225 dunia.
Menariknya, University of Malaya memiliki skor Reputasi Perusahaan 75,3, lebih tinggi daripada Chiang Mai University yang memperoleh 60,7. Namun, Chiang Mai unggul dalam Reputasi Akademik dengan skor 66,0 berbanding 58,1. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa posisi akhir tidak ditentukan oleh satu indikator.
Mengapa Tidak Ada Kampus Indonesia?
Tidak tercantumnya universitas Indonesia bukan berarti Indonesia tidak memiliki program Keperawatan berkualitas. QS menerapkan sejumlah syarat kelayakan, termasuk keberadaan program gelar yang relevan, rekam jejak penyelenggaraan, ambang publikasi, dan tingkat pengenalan dalam survei reputasi.
Pada bidang Nursing, QS memberi bobot 30 persen untuk Academic Reputation, 10 persen untuk Employer Reputation, 30 persen untuk Citations per Paper, dan 30 persen untuk H-Index. Artinya, produktivitas dan dampak riset memiliki bobot gabungan 60 persen.
Ketiadaan wakil Indonesia karena itu lebih tepat dibaca sebagai belum tercantum dalam tabel QS 2026, bukan sebagai penilaian mutlak terhadap mutu pendidikan Keperawatan di dalam negeri. (RK/D-1)
FAQ
Apa universitas dengan jurusan Keperawatan terbaik di Asia Tenggara versi QS 2026?
National University of Singapore. NUS menempati peringkat keenam dunia dengan skor 88,1.
Berapa universitas Asia Tenggara yang masuk QS Nursing 2026?
Ada enam universitas dari Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Apakah ada universitas Indonesia dalam QS Nursing 2026?
Tidak ada universitas Indonesia yang tercantum dalam tabel pemeringkatan Nursing 2026.
Negara Asia Tenggara mana yang memiliki wakil terbanyak?
Thailand, dengan tiga universitas.
Apakah QS memeringkat satu program studi Keperawatan?
Tidak secara khusus. QS menilai keseluruhan kinerja institusi dalam bidang Nursing.
Baca: 11 Universitas Jurusan Keperawatan Terbaik di Dunia Versi QS 2026, Ada Indonesia?













