National University of Singapore (NUS) menjadi universitas dengan bidang arsitektur terbaik di Asia Tenggara berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026.
NUS berada di peringkat bersama ketujuh dunia dalam kategori Architecture & Built Environment. Kampus tersebut berbagi posisi dengan Harvard University dan menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam 10 besar global.
Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore) menyusul pada peringkat ke-27 dunia. Posisi ketiga kawasan ditempati Universiti Teknologi Malaysia (UTM), yang berada di peringkat bersama ke-50.
Indonesia memiliki tiga wakil dalam kelompok 200 besar, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Indonesia (UI).
NUS Masuk Jajaran Elite Dunia
NUS memperoleh peringkat bersama ketujuh dunia, berada di bawah University College London, Massachusetts Institute of Technology, Delft University of Technology, ETH Zurich, Manchester School of Architecture, dan Politecnico di Milano.
Capaian itu membuat NUS berada jauh di atas kampus Asia Tenggara lainnya. NTU Singapore berjarak 20 tingkat pada posisi ke-27, sedangkan UTM menjadi kampus terbaik ketiga kawasan sekaligus satu-satunya wakil Malaysia dalam 50 besar dunia.
Selepas tiga kampus tersebut, QS menggunakan rentang peringkat. Chulalongkorn University, Duy Tan University, ITB, SUTD, Universiti Malaya, dan Universiti Sains Malaysia sama-sama berada di kelompok 101–150.
Tiga Kampus Indonesia Masuk 200 Besar
ITB menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi. Kampus yang berlokasi di Bandung itu masuk kelompok 101–150 dunia.
ITS dan UI berada pada kelompok berikutnya, yakni 151–200. Meskipun menempati rentang yang sama, keduanya tidak bisa disebut memiliki nomor peringkat identik karena QS tidak menerbitkan urutan terperinci di dalam kelompok tersebut.
Keberadaan tiga kampus membuat Indonesia menyamai Singapura dalam jumlah wakil di kelompok 200 besar. Malaysia memiliki wakil terbanyak dengan empat universitas, disusul Indonesia dan Singapura masing-masing tiga. Thailand dan Vietnam mempunyai satu wakil.
Posisi dalam pemeringkatan bidang tidak selalu sama dengan peringkat universitas secara keseluruhan. Kampus yang berada di bawah dalam QS World University Rankings dapat menempati posisi lebih tinggi pada bidang tertentu apabila mempunyai reputasi dan kekuatan riset yang lebih menonjol.
Bagaimana QS Menentukan Peringkat Arsitektur?
QS menggunakan lima indikator dalam pemeringkatan berdasarkan bidang ilmu. Kelimanya meliputi reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, sitasi per publikasi, indeks-H, dan jaringan riset internasional.
Komposisi bobot disesuaikan dengan karakter masing-masing disiplin. Penilaian arsitektur tidak hanya menggambarkan pembelajaran di studio, tetapi juga reputasi bidang, pengakuan lulusan, produktivitas publikasi, dampak riset, dan hubungan penelitian internasional.
Calon mahasiswa sebaiknya tidak menjadikan peringkat sebagai satu-satunya dasar keputusan. Portofolio dosen, fasilitas studio, kurikulum, akreditasi, biaya, pendekatan desain, dan peluang praktik profesional tetap perlu diperiksa. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas jurusan arsitektur terbaik di Asia Tenggara?
NUS menjadi yang terbaik dengan peringkat bersama ketujuh dunia.
Apa kampus arsitektur terbaik di Indonesia versi QS 2026?
ITB menempati posisi tertinggi di Indonesia dengan berada dalam kelompok 101–150 dunia.
Berapa kampus Indonesia yang masuk 200 besar?
Tiga kampus, yaitu ITB, ITS, dan UI.
Mengapa daftar ini berisi 12 universitas?
QS memakai rentang peringkat pada posisi 101–150 dan 151–200. Semua kampus Asia Tenggara yang masuk batas 200 besar dicantumkan agar tidak ada kampus dalam kelompok sama yang dipotong.
Baca: 4 Universitas Jurusan Arsitektur Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Teratas













