Jenis pekerjaan yang dipilih setelah lulus kuliah dapat menghasilkan perbedaan gaji yang cukup besar. Bahkan di antara pekerja yang sama-sama memiliki pendidikan universitas, kesenjangan rata-rata upahnya bisa mencapai lebih dari Rp5 juta per bulan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan mencatat rata-rata upah tertinggi bagi pekerja berpendidikan universitas pada 2025. Rata-rata gajinya mencapai sekitar Rp9,01 juta per bulan.
Data tersebut berasal dari Sakernas Agustus 2025 yang dimuat dalam Statistik Indonesia 2026. BPS membagi jenis pekerjaan utama menjadi delapan kelompok besar. Karena itu, data ini menggambarkan kelompok pekerjaan, bukan gaji profesi spesifik seperti dokter, programmer, akuntan, atau pengacara.
1. Tenaga Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan
Kelompok tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan mencatat rata-rata gaji tertinggi untuk pekerja berpendidikan universitas, yakni Rp9,01 juta per bulan.
Nilainya hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata seluruh pekerja berpendidikan universitas yang sebesar Rp4,80 juta per bulan.
Kategori ini secara umum mencakup pekerjaan yang memiliki fungsi kepemimpinan dan manajerial. Namun, angka tersebut tidak berarti seluruh manajer memperoleh gaji Rp9 juta karena BPS menyajikannya dalam bentuk rata-rata.
2. Tenaga Usaha Jasa
Pekerja berpendidikan universitas pada kelompok tenaga usaha jasa memiliki rata-rata gaji sekitar Rp5,65 juta per bulan. Angka tersebut berada sekitar Rp841 ribu di atas rata-rata seluruh buruh, karyawan, dan pegawai berpendidikan universitas.
3. Tenaga Produksi, Operator Alat Angkutan, dan Pekerja Kasar
Kelompok tenaga produksi, operator alat-alat angkutan, dan pekerja kasar mencatat rata-rata upah pekerja berpendidikan universitas sebesar Rp4,97 juta per bulan. Kategori ini cukup luas karena menggabungkan berbagai pekerjaan produksi hingga operator peralatan.
4. Tenaga Usaha Penjualan
Rata-rata gaji pekerja universitas yang termasuk tenaga usaha penjualan mencapai Rp4,83 juta per bulan. Angkanya hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata seluruh pekerja berpendidikan universitas yang sebesar Rp4,80 juta.
5. Tenaga Tata Usaha dan Sejenisnya
Tenaga tata usaha dan pekerjaan sejenis dengan pendidikan universitas memperoleh rata-rata upah Rp4,80 juta per bulan. Nilainya hampir sama dengan rata-rata keseluruhan pekerja universitas.
6. Tenaga Profesional, Teknisi, dan Sejenisnya
Kelompok tenaga profesional, teknisi, dan pekerjaan sejenis mencatat rata-rata gaji Rp4,36 juta per bulan. Posisinya yang hanya berada di urutan ketujuh perlu dibaca dengan hati-hati. Kategori ini mencakup banyak jenis pekerjaan dengan struktur upah yang berbeda sehingga angka rata-rata tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan gaji profesi tertentu.
7. Tenaga Pertanian, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan
Rata-rata gaji terendah di antara delapan kelompok tercatat pada tenaga pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan. Pekerja dengan pendidikan universitas dalam kelompok tersebut memperoleh rata-rata Rp3,54 juta per bulan.
8. Kelompok Pekerjaan Lainnya
Terakhir, ada kategori pekerjaan lainnya dengan rata-rata gaji Rp5,79 juta per bulan. Kategori ini merupakan kelompok residual dalam klasifikasi BPS sehingga tidak tepat diterjemahkan menjadi satu profesi tertentu. Angka tersebut sebaiknya tetap ditulis sebagai “lainnya” sesuai klasifikasi sumber.
Gaji Lulusan Kuliah Sangat Bergantung pada Pekerjaan
Data BPS menunjukkan bahwa tingkat pendidikan saja belum cukup untuk menjelaskan besarnya penghasilan seseorang.
Rata-rata seluruh pekerja berpendidikan universitas tercatat Rp4,80 juta per bulan. Namun, nilainya berkisar dari Rp3,54 juta pada kelompok pertanian hingga Rp9,01 juta pada tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan.
Dengan demikian, dua orang dengan pendidikan yang sama dapat memperoleh tingkat pendapatan yang sangat berbeda bergantung pada pekerjaan yang mereka jalani.
Perlu pula dicatat bahwa data BPS ini bukan daftar profesi bergaji tertinggi. Data tidak dapat digunakan untuk menyatakan, misalnya, dokter lebih tinggi daripada programmer atau akuntan karena klasifikasi yang digunakan masih berupa kelompok pekerjaan besar. (ELS/D-1)
Baca: Apakah Kuliah S1 Benar-benar Membuat Gaji Lebih Tinggi? Ini Data BPS 2025













