Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak lagi menempati tiga besar perguruan tinggi Indonesia dalam QS World University Rankings atau QS WUR 2027. Posisi tersebut kini ditempati Universitas Airlangga (Unair).
Unair berada di peringkat ke-276 dunia dengan skor keseluruhan 48 poin. Sementara itu, ITB menempati urutan ke-287 dengan skor 47,2 poin berdasarkan profil resmi Unair dan ITB di laman QS.
Hasil tersebut menempatkan Unair di posisi ketiga nasional setelah Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. ITB turun menjadi kampus terbaik keempat di Indonesia, meskipun masih berada dalam kelompok 300 besar dunia.
Peringkat Unair dan ITB Berbalik
Pada QS WUR 2026, ITB masih berada di peringkat ke-255 dunia. Unair berada 32 tingkat di bawahnya pada posisi bersama ke-287.
Keadaan berbalik dalam edisi 2027. Unair naik 11 posisi menjadi peringkat ke-276, sedangkan ITB turun 32 tingkat ke urutan ke-287.
| Universitas | QS WUR 2026 | QS WUR 2027 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Universitas Airlangga | =287 | 276 | Naik 11 posisi |
| Institut Teknologi Bandung | 255 | 287 | Turun 32 posisi |
Catatan: Tanda sama dengan (=) menunjukkan Universitas Airlangga berbagi posisi dengan perguruan tinggi lain pada QS WUR 2026.
| Indikator | Bobot | Unair | ITB | Skor Lebih Tinggi |
|---|---|---|---|---|
| Reputasi akademik | 30% | 54,6 | 59,9 | ITB |
| Sitasi per dosen | 20% | 2,7 | 5,8 | ITB |
| Reputasi pemberi kerja | 15% | 80,1 | 76,2 | Unair |
| Rasio dosen dan mahasiswa | 10% | 74,5 | 44,8 | Unair |
| Hasil kerja lulusan | 5% | 21 | 64,1 | ITB |
| Rasio dosen internasional | 5% | 88,7 | 88,7 | Seimbang* |
| Jaringan riset internasional | 5% | 65,8 | 32,7 | Unair |
| Rasio mahasiswa internasional | 5% | 8,5 | 4,4 | Unair |
| Keberlanjutan | 5% | 60,9 | 65,9 | ITB |
| Skor keseluruhan | — | 48 | 47,2 | Unair |
Catatan: Perbedaan peringkat keseluruhan Unair dan ITB hanya 11 tingkat, sedangkan selisih skor akhirnya mencapai 0,8 poin. Namun, profil indikator kedua kampus cukup berbeda.
*Unair dan ITB memperoleh skor tampilan yang sama pada rasio dosen internasional. Peringkat indikator masih dapat berbeda karena QS menggunakan angka dengan tingkat ketelitian lebih tinggi dalam pengolahan data.
Berdasarkan skor yang ditampilkan, Unair unggul dalam empat indikator dan ITB memimpin empat indikator lainnya. Satu indikator memperlihatkan skor yang sama.
Susunan tersebut menunjukkan bahwa jumlah indikator yang dimenangkan tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan peringkat akhir. Besar selisih skor dan bobot masing-masing indikator juga ikut berpengaruh.
Rasio dosen dan jaringan riset mengangkat Unair
Keunggulan terbesar Unair terlihat pada rasio dosen dan mahasiswa. Skor Unair mencapai 74,5, lebih tinggi 29,7 poin daripada ITB yang memperoleh 44,8.
Indikator tersebut memiliki bobot 10 persen dan menggambarkan ketersediaan staf akademik dibandingkan jumlah mahasiswa. Dalam keterangan resmi Unair, kampus tersebut berada di posisi kedua nasional untuk indikator ini.
Jarak lebih lebar terlihat pada jaringan riset internasional. Unair meraih skor 65,8, sedangkan ITB memperoleh 32,7. Unair sekaligus menjadi kampus Indonesia dengan skor tertinggi dalam indikator tersebut.
Unair juga unggul dalam reputasi pemberi kerja. Skornya mencapai 80,1, lebih tinggi 3,9 poin daripada ITB. Indikator ini mempunyai bobot 15 persen dan menjadi komponen terbesar ketiga dalam QS WUR.
Ketiga keunggulan tersebut membantu menjelaskan posisi Unair. Kendati demikian, QS tidak menerbitkan keterangan yang menyebut satu indikator tertentu sebagai penyebab langsung pergeseran peringkat.
ITB tetap unggul dalam akademik dan sitasi
Di sisi lain, ITB masih memiliki skor lebih tinggi dalam dua indikator penelitian yang mempunyai bobot gabungan 50 persen.
Skor reputasi akademik ITB mencapai 59,9, sedangkan Unair memperoleh 54,6. Pada sitasi per dosen, ITB meraih 5,8 poin atau lebih dari dua kali skor Unair sebesar 2,7.
ITB juga unggul cukup jauh dalam hasil kerja lulusan. Skornya mencapai 64,1, sementara Unair memperoleh 21 poin. Indikator ini melihat dampak alumni serta kemampuan universitas mengantarkan lulusan memasuki dunia kerja.
Keunggulan ITB lainnya terdapat dalam keberlanjutan dengan skor 65,9. Unair memperoleh 60,9 pada indikator yang mencakup aspek lingkungan, sosial, tata kelola, dan kontribusi penelitian terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dengan demikian, turunnya posisi ITB tidak dapat langsung diartikan sebagai hilangnya seluruh keunggulan kampus tersebut. ITB tetap lebih kuat dalam sejumlah indikator, termasuk reputasi akademik, sitasi, hasil kerja lulusan, dan keberlanjutan.
Mengapa peringkat bisa berubah?
QS menjelaskan bahwa peringkat keseluruhan bersifat relatif. Pergerakan sebuah kampus tidak hanya dipengaruhi perubahan skornya sendiri, tetapi juga performa universitas lain di seluruh dunia.
Selain itu, QS melakukan penyempurnaan metode normalisasi untuk memperoleh penilaian indikator yang lebih presisi. Perubahan tersebut memengaruhi distribusi skor seluruh indikator, kecuali jaringan riset internasional.
Karena itu, penurunan 32 posisi ITB tidak dapat dibaca sebagai penurunan kualitas secara langsung. Peringkat menggambarkan posisi relatif berdasarkan metodologi dan data yang digunakan dalam satu edisi.
Bagaimana QS menentukan peringkat?
Menurut metodologi QS WUR, reputasi akademik mempunyai bobot 30 persen, diikuti sitasi per dosen sebesar 20 persen dan reputasi pemberi kerja 15 persen.
Rasio dosen dan mahasiswa menyumbang 10 persen. Hasil kerja lulusan, rasio dosen internasional, jaringan riset internasional, rasio mahasiswa internasional, dan keberlanjutan masing-masing berbobot 5 persen.
Peringkat keseluruhan merupakan hasil gabungan seluruh komponen tersebut. Oleh sebab itu, universitas yang unggul pada satu indikator belum tentu mempunyai posisi akhir lebih tinggi. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa kampus terbaik ketiga di Indonesia versi QS WUR 2027?
Universitas Airlangga berada di posisi ketiga nasional dengan peringkat ke-276 dunia.
Berapa penurunan peringkat ITB?
ITB turun 32 posisi, dari peringkat ke-255 pada QS WUR 2026 menjadi ke-287 pada edisi 2027.
Berapa kenaikan peringkat Unair?
Unair naik 11 tingkat, dari posisi bersama ke-287 menjadi peringkat ke-276 dunia.
Apakah Unair unggul dalam seluruh indikator?
Tidak. Unair unggul dalam empat indikator, sementara ITB memperoleh skor lebih tinggi dalam empat indikator lainnya. Skor rasio dosen internasional keduanya sama-sama 88,7.
Apakah ITB masih masuk 300 besar dunia?
Ya. Meskipun turun ke posisi keempat nasional, ITB tetap berada di peringkat ke-287 dunia.
Baca: 7 Kampus Indonesia yang Naik Peringkat QS WUR 2027, UB Melesat 64 Posisi













