Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi universitas terbaik di Indonesia untuk bidang Teknik Perminyakan berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026. ITB berada dalam kelompok peringkat 51–100 dunia untuk Engineering – Petroleum.
Universitas Diponegoro (Undip) menjadi perguruan tinggi Indonesia lainnya yang masuk daftar. Bidang Petroleum Engineering Undip berada di kelompok 151–175 dunia sekaligus mencatatkan debut dalam QS World University Rankings by Subject.
Di tingkat global, University of Texas at Austin menempati peringkat pertama Petroleum Engineering pada 2026. Texas A&M University berada di posisi kedua, sedangkan University of Alberta dari Kanada menempati urutan ketiga. QS memuat 174 institusi dalam tabel Petroleum Engineering 2026.
ITB mempertahankan status sebagai kampus Indonesia dengan posisi tertinggi. Bidang Petroleum Engineering ITB juga berada di kelompok 51–100 pada QS World University Rankings by Subject 2025. Artinya, ITB mempertahankan kelompok peringkat yang sama selama dua edisi berturut-turut.
Sementara itu, Undip baru masuk pemeringkatan Petroleum Engineering pada 2026. Kampus tersebut langsung menempati kelompok 151–175 dunia.
Tidak munculnya universitas lain dalam tabel bukan berarti kampus tersebut tidak mempunyai program atau penelitian terkait perminyakan yang bermutu. Daftar ini hanya mencakup institusi yang memenuhi persyaratan dan masuk dalam pemeringkatan QS Engineering – Petroleum 2026.
Teknik Perminyakan menjadi salah satu kekuatan utama ITB
Petroleum Engineering menjadi salah satu bidang dengan peringkat global tertinggi di ITB. Selain Teknik Perminyakan, Engineering – Mineral & Mining juga berada dalam kelompok 51–100 dunia pada QS 2026.
Keduanya menjadi dua narrow subject ITB yang berhasil menembus kelompok 100 besar dunia. Architecture & Built Environment dan Art & Design menyusul dalam kelompok 101–150.
Posisi tersebut juga menunjukkan konsistensi Teknik Perminyakan ITB. Pada 2025, bidang yang sama sudah menempati rentang 51–100 dunia dan peringkat pertama di Indonesia.
Program Sarjana Teknik Perminyakan ITB berada di bawah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM). Program ini memiliki masa studi delapan semester dengan beban 144 SKS dan menghasilkan gelar Sarjana Teknik.
Program Sarjana Teknik Perminyakan ITB juga berstatus akreditasi Unggul dari LAM Teknik. Status tersebut berlaku hingga 30 September 2029. Selain itu, program tersebut tercatat memiliki akreditasi internasional ABET.
Akreditasi tersebut tetap perlu dibedakan dari QS. Akreditasi menilai kualitas dan pemenuhan standar program studi, sedangkan QS membandingkan kekuatan institusi dalam bidang ilmu tertentu secara global.
Apa yang dipelajari Teknik Perminyakan?
Dalam klasifikasi QS, Petroleum Engineering mencakup bidang yang berhubungan dengan eksplorasi, ekstraksi, produksi, dan pengelolaan sumber daya minyak dan gas.
Bidang tersebut memadukan ilmu rekayasa dengan geologi, geofisika, dan ekonomi untuk mengembangkan sistem yang dapat meningkatkan perolehan sumber daya sekaligus memperhatikan keselamatan, efisiensi, dan aspek lingkungan.
QS memasukkan beberapa kelompok keilmuan ke dalam Petroleum Engineering, antara lain Petroleum Engineering, Reservoir Engineering, Drilling Engineering, Energy Engineering, Oil and Gas Engineering, Production Engineering, dan Well Engineering.
Karena cakupannya luas, hasil pemeringkatan QS tidak selalu identik dengan keberadaan satu program S1 bernama Teknik Perminyakan.
Undip debut di peringkat 151–175 dunia
Undip menjadi kampus Indonesia kedua dalam QS Petroleum Engineering 2026 setelah masuk kelompok 151–175 dunia. Pencapaian tersebut merupakan debut bidang Petroleum Engineering Undip dalam pemeringkatan QS.
Petroleum Engineering sekaligus menjadi bidang dengan posisi global tertinggi di Undip pada QS World University Rankings by Subject 2026. Law berada pada kelompok 251–300, sedangkan Chemical Engineering menempati rentang 401–450 dunia.
Secara keseluruhan, Undip mempunyai 10 bidang yang masuk dalam QS World University Rankings by Subject 2026, bertambah empat bidang dibandingkan edisi sebelumnya.
Undip menjelaskan bahwa masuknya Petroleum Engineering antara lain diperkuat oleh program S2 dan S3 Energi, reputasi akademik, lulusan yang bekerja di perusahaan perminyakan, serta kerja sama penelitian dengan mitra luar negeri dalam bidang energi.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan mengapa istilah “jurusan Teknik Perminyakan terbaik” perlu dibaca secara hati-hati. QS tidak sekadar membuat daftar program sarjana yang mempunyai nama Teknik Perminyakan.
BINUS tidak lagi masuk pada 2026
Komposisi kampus Indonesia dalam Petroleum Engineering berubah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada QS World University Rankings by Subject 2025, BINUS University berada di kelompok 151–175 dunia untuk Petroleum Engineering dan menempati peringkat kedua Indonesia di bawah ITB.
Namun, Petroleum Engineering tidak lagi tercantum dalam delapan bidang BINUS yang masuk QS World University Rankings by Subject 2026. Pada edisi terbaru, BINUS mencatat delapan bidang, termasuk Business & Management Studies, Computer Science & Information Systems, Law, Art & Design, serta Accounting & Finance.
Sementara Undip mencatat debut pada Petroleum Engineering di kelompok 151–175 dunia. Dengan demikian, komposisi perguruan tinggi Indonesia yang muncul di bidang tersebut berubah pada 2026.
Perubahan itu juga memperlihatkan bahwa masuk atau keluarnya suatu universitas dari QS by Subject dapat terjadi antaredisi. Hasilnya bergantung pada pemenuhan persyaratan serta kinerja institusi dalam indikator yang digunakan QS.
Bagaimana QS menilai bidang Teknik Perminyakan?
QS World University Rankings by Subject menggunakan kombinasi reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, dan dampak penelitian untuk membandingkan perguruan tinggi.
Pada pemeringkatan Petroleum Engineering 2026, QS menggunakan empat indikator aktif, yakni Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Paper, dan H-index. Reputasi akademik memiliki bobot terbesar sebesar 40%, disusul reputasi pemberi kerja 30%.
Sementara itu, sitasi per publikasi dan H-index masing-masing berbobot 15%. Adapun International Research Network tidak masuk dalam perhitungan karena memiliki bobot 0%.
Dengan komposisi tersebut, reputasi mempunyai pengaruh terbesar. Reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja secara bersama-sama menyumbang 70 persen terhadap hasil akhir.
Sementara itu, dua indikator penelitian mempunyai bobot total 30 persen. Sitasi per publikasi mengukur seberapa sering karya ilmiah institusi digunakan sebagai rujukan, sedangkan H-index menggabungkan produktivitas publikasi dengan konsistensi karya yang memperoleh sitasi.
QS juga menetapkan ambang minimum publikasi untuk menentukan kelayakan suatu institusi masuk pemeringkatan. Untuk Petroleum Engineering, ambangnya sebanyak 40 publikasi dalam periode lima tahun. Data publikasi dan sitasi diperoleh dari Scopus.
International Research Network tidak menjadi indikator aktif untuk Petroleum Engineering dalam tabel pemeringkatan.
QS menilai bidang pada tingkat institusi
Istilah “jurusan Teknik Perminyakan terbaik” merupakan penyederhanaan untuk kebutuhan pembaca. QS menjelaskan bahwa unit yang dinilai dalam World University Rankings by Subject adalah keseluruhan kekuatan institusi dalam suatu subject, bukan satu program studi individual.
Untuk narrow subject, posisi universitas mencerminkan kekuatan kolektif program pendidikan, departemen, aktivitas penelitian, reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, serta performa riset yang berkaitan dengan bidang tersebut.
Karena itu, kampus dapat memperoleh posisi pada Petroleum Engineering berdasarkan kekuatan aktivitas akademik dan penelitian terkait minyak, gas, reservoir, pengeboran, produksi, maupun energi meskipun struktur nama program studinya tidak selalu sama.
Perbedaan ITB dan Undip menjadi contoh yang relevan. ITB mempunyai Program Sarjana Teknik Perminyakan secara khusus, sedangkan Undip menjelaskan capaian Petroleum Engineering-nya antara lain ditopang oleh program S2/S3 Energi dan penelitian terkait perminyakan.
Oleh sebab itu, peringkat QS tidak bisa disamakan dengan akreditasi program studi. Calon mahasiswa tetap perlu memeriksa keberadaan program S1 yang dituju, akreditasi, kurikulum, laboratorium, biaya kuliah, kesempatan kerja praktik, serta hubungan kampus dengan industri migas. (RK/D-1)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa universitas Teknik Perminyakan terbaik di Indonesia versi QS 2026?
Institut Teknologi Bandung menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan posisi 51–100 dunia untuk Engineering – Petroleum.
Berapa kampus Indonesia yang masuk QS Petroleum Engineering 2026?
Dua kampus, yaitu Institut Teknologi Bandung dan Universitas Diponegoro.
Berapa peringkat Teknik Perminyakan ITB di dunia?
ITB berada dalam kelompok 51–100 dunia pada QS World University Rankings by Subject 2026.
Berapa peringkat Petroleum Engineering Undip?
Undip berada dalam kelompok 151–175 dunia dan baru masuk pemeringkatan Petroleum Engineering pada 2026.
Apakah Undip mempunyai S1 Teknik Perminyakan?
Peringkat QS tidak berarti bahwa institusi harus memiliki program S1 dengan nama persis Teknik Perminyakan. Undip menyebut capaian Petroleum Engineering-nya antara lain diperkuat program S2/S3 Energi, penelitian, alumni industri perminyakan, dan kerja sama internasional bidang energi.
Apakah BINUS masih masuk QS Petroleum Engineering 2026?
Petroleum Engineering tidak tercantum dalam delapan bidang BINUS yang masuk QS World University Rankings by Subject 2026. Pada 2025, BINUS masih berada di kelompok 151–175 dunia untuk bidang tersebut.
Apa universitas Teknik Perminyakan terbaik di dunia versi QS 2026?
University of Texas at Austin menempati peringkat pertama dunia, disusul Texas A&M University dan University of Alberta.
Bagaimana QS menilai Petroleum Engineering?
Penilaian menggunakan reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, sitasi per publikasi, dan H-index. Untuk bisa masuk pemeringkatan, institusi juga harus memenuhi persyaratan kelayakan, termasuk ambang publikasi.
Apakah QS sama dengan akreditasi Teknik Perminyakan?
Tidak. QS membandingkan kekuatan institusi secara internasional dalam suatu bidang ilmu, sedangkan akreditasi menilai pemenuhan standar pendidikan suatu program studi.
Baca: Universitas Jurusan Pertambangan Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Masuk Top 100 Dunia













