Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi universitas terbaik di Indonesia untuk bidang Teknik Kimia berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026. ITB berada dalam kelompok peringkat 201–250 dunia.
Posisi berikutnya ditempati Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Indonesia (UI). Kedua perguruan tinggi tersebut sama-sama berada di kelompok 301–350 dunia sehingga berbagi peringkat kedua di tingkat nasional.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul dalam kelompok 351–400 dunia. Sementara itu, Universitas Diponegoro (Undip) melengkapi daftar perguruan tinggi Indonesia yang masuk pemeringkatan Teknik Kimia dengan posisi 401–450 dunia.
Secara keseluruhan, QS memasukkan hampir 450 perguruan tinggi dalam pemeringkatan Teknik Kimia 2026. Hanya lima universitas asal Indonesia yang tercantum dalam daftar tersebut.
ITB menjadi yang terbaik di Indonesia
ITB menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk kelompok 250 besar dunia untuk Teknik Kimia. Posisi ini sekaligus menciptakan jarak satu kelompok peringkat dari ITS dan UI.
Teknik Kimia mempelajari perancangan serta pengelolaan proses yang mengubah bahan baku menjadi produk bernilai guna. Ruang lingkupnya bersinggungan dengan industri energi, pangan, farmasi, petrokimia, material, pengolahan limbah, hingga teknologi rendah karbon.
Meski memakai istilah “jurusan” dalam penyajiannya, QS sebenarnya menilai performa universitas dalam suatu bidang ilmu. Penilaian tidak hanya diarahkan pada satu program sarjana, melainkan juga mempertimbangkan reputasi dan pengaruh riset institusi pada bidang tersebut.
ITS dan UI berbagi peringkat kedua
Di bawah ITB, ITS dan UI berada dalam kelompok peringkat 301–350 dunia. Posisi yang sama membuat keduanya tidak dapat dibedakan secara numerik berdasarkan data publik QS.
Karena itu, calon mahasiswa tidak cukup hanya membandingkan peringkat dunia. Kurikulum, bidang konsentrasi, fasilitas laboratorium, biaya kuliah, lokasi kampus, kesempatan magang, serta hubungan dengan industri juga perlu diperhatikan.
Pertimbangan tersebut penting karena Teknik Kimia mempunyai cakupan yang luas. Pilihan kampus dapat disesuaikan dengan minat terhadap bidang tertentu, mulai dari rekayasa proses, energi, produk hayati, pengolahan pangan, material, hingga pengendalian lingkungan.
UGM dan Undip melengkapi daftar
UGM berada di posisi keempat nasional dan kelompok 351–400 dunia. Kampus tersebut berjarak satu kelompok dari ITS dan UI dalam tabel Teknik Kimia QS 2026.
Adapun Undip masuk kelompok peringkat 401–450 dunia. Fakultas Teknik Undip menyebut kemunculan Teknik Kimia dalam edisi 2026 sebagai debut bidang tersebut di QS World University Rankings by Subject.
Masuknya Undip membuat perguruan tinggi Indonesia yang tercantum dalam pemeringkatan Teknik Kimia tersebar di empat wilayah, yakni Bandung, Surabaya, Depok, Yogyakarta, dan Semarang.
Bagaimana QS menilai bidang Teknik Kimia?
QS menggunakan lima indikator untuk menyusun pemeringkatan Teknik Kimia. Bobot setiap indikator disesuaikan dengan karakteristik bidang ilmu yang dinilai.
Untuk Teknik Kimia, reputasi akademik memiliki bobot terbesar, yakni 40 persen. Indikator tersebut menggambarkan penilaian akademisi dunia terhadap kekuatan suatu perguruan tinggi dalam bidang terkait.
Reputasi di kalangan pemberi kerja memiliki bobot 30 persen. Penilaian ini digunakan untuk melihat universitas yang dianggap menghasilkan lulusan berkualitas oleh perusahaan dan organisasi perekrut.
Dampak penelitian dinilai melalui sitasi per publikasi dan indeks-H, masing-masing berbobot 12,5 persen. Sementara itu, jaringan riset internasional memperoleh bobot 5 persen.
Dengan komposisi tersebut, peringkat Teknik Kimia tidak hanya menggambarkan popularitas universitas. Produktivitas penelitian, pengaruh publikasi, pandangan perusahaan terhadap lulusan, dan kolaborasi lintas negara turut menentukan posisi akhir.
Peringkat bukan satu-satunya pertimbangan
Pemeringkatan QS dapat menjadi titik awal untuk mengenali perguruan tinggi dengan reputasi dan aktivitas riset kuat. Namun, hasil tersebut tidak menggantikan akreditasi program studi ataupun penilaian terhadap pengalaman belajar mahasiswa.
Calon mahasiswa tetap perlu memeriksa kurikulum, akreditasi, fasilitas praktikum, peluang pertukaran pelajar, kemitraan industri, biaya pendidikan, dan rekam jejak lulusan. Informasi mengenai jalur masuk serta daya tampung juga perlu dilihat langsung melalui laman penerimaan masing-masing kampus. (RK/D-1)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa universitas terbaik untuk jurusan Teknik Kimia di Indonesia?
Institut Teknologi Bandung menjadi universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi untuk bidang Teknik Kimia versi QS 2026. ITB berada dalam kelompok 201–250 dunia.
Berapa universitas Indonesia yang masuk QS Teknik Kimia 2026?
Terdapat lima universitas, yaitu ITB, ITS, UI, UGM, dan Universitas Diponegoro.
Mengapa ITS dan UI sama-sama berada di peringkat kedua?
Keduanya menempati kelompok peringkat dunia yang sama, yakni 301–350. QS tidak memberikan posisi pasti untuk setiap universitas di dalam kelompok tersebut.
Apakah Teknik Kimia sama dengan Kimia?
Tidak. Teknik Kimia berfokus pada penerapan prinsip kimia, fisika, matematika, dan teknik untuk merancang proses produksi. Sementara itu, ilmu Kimia lebih banyak mempelajari sifat, struktur, serta reaksi suatu zat.
Apakah peringkat QS dapat menjadi satu-satunya dasar memilih kampus?
Tidak. Calon mahasiswa juga perlu mempertimbangkan akreditasi program studi, kurikulum, biaya, fasilitas, lingkungan belajar, dan prospek lulusan.
Baca: 5 Universitas Jurusan Matematika Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Nomor Satu














Comments 1