Universitas Indonesia (UI) menjadi kampus Indonesia dengan capaian lulusan terbaik berdasarkan indikator Employment Outcomes dalam QS World University Rankings atau QS WUR 2027.
UI memperoleh skor 81 poin dan berada di peringkat ke-158 dunia dalam indikator tersebut. Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul dengan skor 68,5 poin, sedangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di posisi ketiga dengan 64,1 poin.
Ketiga perguruan tinggi itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk 250 besar dunia dalam indikator Employment Outcomes. Adapun posisi keempat nasional ditempati Universitas Trisakti dengan skor 45 poin.
Sebutan kampus dengan lulusan terbaik dalam artikel ini merujuk pada capaian indikator Employment Outcomes. Indikator tersebut menilai kemampuan universitas menghasilkan lulusan yang memperoleh pekerjaan serta alumni yang memberikan dampak dalam bidangnya.
UI unggul atas UGM dan ITB
Skor UI lebih tinggi 12,5 poin dibandingkan UGM yang berada di posisi kedua. Selisih UI dengan ITB mencapai 16,9 poin.
Capaian tersebut sejalan dengan posisi UI sebagai universitas terbaik Indonesia secara keseluruhan dalam QS WUR 2027. UI berada di peringkat bersama ke-191 dunia, diikuti UGM pada posisi bersama ke-206.
ITB melengkapi tiga besar kampus Indonesia berdasarkan capaian lulusan. Meskipun berada di peringkat ke-287 dunia secara keseluruhan, ITB mampu masuk urutan ke-249 dalam indikator Employment Outcomes.
Universitas Trisakti menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta dalam lima besar nasional. Kampus tersebut berada di atas IPB University dan Universitas Padjadjaran dalam indikator capaian lulusan meskipun posisi keseluruhannya masih berada di kelompok 1.401+ dunia.
Hasil itu menunjukkan bahwa posisi pada sebuah indikator tidak selalu sejalan dengan peringkat universitas secara keseluruhan. Kampus yang berada di kelompok bawah QS WUR dapat mempunyai keunggulan khusus dalam menghasilkan alumni berdampak atau mengantarkan lulusannya memasuki dunia kerja.
Binus menjadi kampus swasta terbaik kedua
Selain Universitas Trisakti, Binus University menjadi perguruan tinggi swasta yang masuk 10 besar. Binus memperoleh skor Employment Outcomes sebesar 21,6 poin dan berada di peringkat ke-739 dunia dalam indikator tersebut.
Universitas Brawijaya dan Universitas Hasanuddin masing-masing berada di posisi ketujuh dan kedelapan nasional. Keduanya memperoleh skor 24 poin dan 23 poin.
Universitas Airlangga melengkapi daftar dengan skor 21 poin. Unair memiliki peringkat keseluruhan tertinggi di antara kampus pada posisi ketujuh hingga kesepuluh, tetapi skor Employment Outcomes-nya berada di bawah UB, Unhas, dan Binus.
Bagaimana QS menilai capaian lulusan?
Indikator Employment Outcomes dibentuk dari dua ukuran, yakni Alumni Impact dan Graduate Employment Index. Keduanya digunakan untuk melihat keberhasilan lulusan dari sisi dampak serta penyerapan di dunia kerja.
Alumni Impact menilai kemampuan sebuah universitas menghasilkan lulusan yang memberikan pengaruh bagi masyarakat. QS menganalisis lebih dari 82.000 profil alumni berdampak dalam bidang bisnis, politik, pendidikan tinggi, organisasi sosial, seni, dan bidang lainnya.
Penilaiannya mempertimbangkan porsi alumni berdampak suatu perguruan tinggi pada tingkat domestik dan global. Dengan demikian, ukuran tersebut tidak hanya melihat jumlah alumni, tetapi juga jangkauan pengaruh mereka.
Sementara itu, Graduate Employment Index didasarkan pada persentase lulusan yang bekerja secara berbayar, baik penuh waktu maupun paruh waktu, dalam waktu 15 bulan setelah menyelesaikan pendidikan.
Lulusan yang bekerja secara sukarela tanpa bayaran, melanjutkan pendidikan, atau belum tersedia untuk bekerja karena alasan tertentu tidak dimasukkan ke dalam tingkat penyerapan kerja tersebut.
Data tingkat pekerjaan lulusan berasal dari perguruan tinggi atau survei pihak ketiga dengan tingkat respons lebih dari 20 persen. Apabila data tidak tersedia, QS dapat menggunakan estimasi berdasarkan kelompok skor reputasi pemberi kerja di negara atau kawasan terkait.
Berbeda dari reputasi di mata perusahaan
Employment Outcomes berbeda dari indikator Employer Reputation. Keduanya berada dalam kelompok penilaian kesiapan kerja dan hasil lulusan, tetapi menggunakan pendekatan berlainan.
Employer Reputation mengukur pandangan perusahaan terhadap perguruan tinggi melalui survei pemberi kerja. Indikator ini memiliki bobot 15 persen dalam QS WUR 2027.
Adapun Employment Outcomes melihat hasil yang dicapai lulusan berdasarkan tingkat pekerjaan dan dampak alumni. Bobotnya sebesar 5 persen terhadap nilai keseluruhan.
Karena itu, skor tinggi pada indikator ini tidak dapat dimaknai sebagai jaminan bahwa setiap lulusan akan langsung memperoleh pekerjaan. Hasil individual tetap dipengaruhi program studi, kompetensi, pengalaman, kondisi pasar tenaga kerja, dan pilihan karier masing-masing. (RK/D-1)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang dimaksud kampus dengan lulusan terbaik versi QS?
Sebutan tersebut merujuk pada kampus dengan skor Employment Outcomes tertinggi. Indikator ini menggabungkan tingkat pekerjaan lulusan dan dampak alumni.
Apakah Employment Outcomes sama dengan reputasi perusahaan?
Tidak. Reputasi perusahaan didasarkan pada penilaian pemberi kerja, sedangkan Employment Outcomes mengukur hasil karier dan dampak para lulusan.
Berapa lama masa kerja lulusan yang dinilai QS?
QS menggunakan tingkat lulusan yang memperoleh pekerjaan berbayar dalam waktu 15 bulan setelah menyelesaikan pendidikan.
Apakah skor tinggi menjamin seluruh lulusan mudah mendapat pekerjaan?
Tidak. Skor menunjukkan capaian perguruan tinggi secara keseluruhan dan tidak menggambarkan hasil setiap individu atau program studi.
Baca: 10 Kampus Indonesia dengan Reputasi Terbaik di Mata Perusahaan Versi QS 2027, UI Teratas













