National University of Singapore (NUS) menjadi kampus dengan reputasi terbaik di mata perusahaan di Asia Tenggara berdasarkan QS World University Rankings atau QS WUR 2027.
NUS memperoleh skor Employer Reputation sebesar 99,1 poin. Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore) menyusul dengan skor 95,1 poin.
Universiti Malaya (UM) melengkapi tiga besar Asia Tenggara dengan skor 93,1 poin. Adapun Universitas Indonesia (UI) menjadi kampus Indonesia dengan posisi tertinggi, yakni di urutan keempat kawasan dengan skor 87,4 poin.
Indonesia menempatkan empat perguruan tinggi dalam daftar 10 besar. Selain UI, terdapat Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Singapura menempatkan dua kampus, sedangkan Malaysia memiliki tiga wakil. Filipina melengkapi daftar melalui University of the Philippines.
Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam belum memiliki perguruan tinggi dalam 10 besar Asia Tenggara berdasarkan indikator tersebut.
NUS dan NTU menguasai dua besar
NUS menjadi satu-satunya perguruan tinggi Asia Tenggara dengan skor Employer Reputation di atas 99 poin. Kampus tersebut berada di peringkat ke-26 dunia dalam indikator reputasi pemberi kerja.
Posisi berikutnya ditempati NTU Singapore. Dengan skor 95,1 poin, NTU berada di urutan ke-48 dunia sekaligus menjadi kampus Asia Tenggara kedua yang masuk 50 besar global dalam indikator tersebut.
Kedua universitas Singapura itu juga mempunyai posisi keseluruhan tertinggi di kawasan. NUS berada di peringkat ke-10 dunia dalam QS WUR 2027, sedangkan NTU menempati urutan ke-12.
Universiti Malaya berada tepat di bawah kedua kampus tersebut. Perguruan tinggi asal Malaysia itu meraih skor 93,1 poin dan menempati peringkat ke-61 dunia dalam indikator reputasi pemberi kerja.
Empat kampus Indonesia masuk 10 besar
Indonesia menjadi negara dengan jumlah wakil terbanyak dalam daftar 10 besar, yakni empat perguruan tinggi. Seluruhnya berada secara berurutan pada posisi keempat hingga ketujuh.
UI memimpin kampus Indonesia dengan skor 87,4 poin. Capaian tersebut menempatkannya di peringkat ke-82 dunia dalam indikator Employer Reputation.
UGM menyusul di posisi kelima Asia Tenggara. Kampus asal Yogyakarta tersebut memperoleh skor 81,8 poin dan berada tepat di peringkat ke-100 dunia.
Unair berada dua tingkat di bawah UGM dalam peringkat indikator global. Perguruan tinggi asal Surabaya itu meraih skor 80,1 poin dan menempati urutan ke-102 dunia.
ITB melengkapi kelompok kampus Indonesia dengan skor 76,2 poin. Posisinya berada di peringkat ke-113 dunia dalam indikator reputasi pemberi kerja.
Selisih skor antara UI dan ITB mencapai 11,2 poin. Kendati demikian, keempat kampus Indonesia tersebut sama-sama berada dalam 120 besar dunia berdasarkan penilaian perusahaan.
Taylor’s University hingga University of the Philippines
Taylor’s University berada di urutan kedelapan Asia Tenggara dengan skor 75,9 poin. Kampus asal Malaysia tersebut hanya tertinggal 0,3 poin dari ITB.
Universiti Sains Malaysia menjadi wakil Malaysia berikutnya. USM memperoleh skor 69,9 poin dan berada di peringkat ke-141 dunia dalam indikator reputasi pemberi kerja.
University of the Philippines melengkapi daftar dengan skor 67,1 poin. Perguruan tinggi tersebut menjadi satu-satunya wakil Filipina sekaligus berada di urutan ke-154 dunia pada indikator yang sama.
Secara keseluruhan, 10 besar terdiri atas empat kampus Indonesia, tiga dari Malaysia, dua dari Singapura, dan satu dari Filipina. Namun, berdasarkan posisi, Singapura tetap mendominasi karena kedua wakilnya menguasai urutan pertama dan kedua.
Bagaimana QS mengukur reputasi kampus di mata perusahaan?
Indikator Employer Reputation mengukur pandangan perusahaan terhadap perguruan tinggi dan program pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas.
Penilaiannya berasal dari QS Employer Survey yang melibatkan pemberi kerja dari berbagai negara. Dalam QS WUR, nominasi domestik dan internasional masing-masing memperoleh bobot 50 persen.
QS menggunakan gabungan hasil survei selama lima tahun. Nominasi dari tiga tahun terbaru diberi bobot penuh. Nominasi pada tahun keempat memperoleh bobot 50 persen, sedangkan hasil dari tahun kelima diberi bobot 25 persen.
QS juga menerapkan penyesuaian berdasarkan wilayah, negara, dan tingkat pemahaman responden terhadap suatu kawasan. Langkah tersebut digunakan untuk mengurangi dominasi negara atau wilayah dengan jumlah responden lebih besar.
Skor domestik dan internasional kemudian dinormalisasi menjadi skala 0–100. Dalam QS WUR 2027, indikator reputasi pemberi kerja memiliki bobot 15 persen terhadap nilai keseluruhan universitas.
Berbeda dari capaian pekerjaan lulusan
Reputasi pemberi kerja tidak sama dengan tingkat pekerjaan lulusan. Employer Reputation didasarkan pada persepsi perusahaan terhadap kampus dan program pendidikannya.
Adapun indikator Employment Outcomes mengukur tingkat penyerapan kerja lulusan serta rekam jejak alumni yang memberikan dampak di bidang bisnis, politik, pendidikan, organisasi sosial, dan bidang lainnya.
Dengan demikian, skor reputasi yang tinggi menunjukkan kuatnya pengenalan dan penilaian perusahaan terhadap suatu kampus. Angka tersebut tidak menjadi jaminan bahwa setiap lulusan akan langsung memperoleh pekerjaan. (RK/D-1)
Pertanyaan yang sering diajukan
Kampus mana yang memiliki reputasi terbaik di Asia Tenggara?
National University of Singapore menjadi yang terbaik dengan skor Employer Reputation sebesar 99,1 poin.
Berapa kampus Indonesia yang masuk 10 besar Asia Tenggara?
Ada empat kampus, yaitu UI, UGM, Unair, dan ITB.
Di peringkat berapa UI dalam indikator reputasi perusahaan?
UI berada di posisi keempat Asia Tenggara dan ke-82 dunia dengan skor 87,4 poin.
Apakah reputasi perusahaan sama dengan tingkat pekerjaan lulusan?
Tidak. Reputasi perusahaan berasal dari survei pemberi kerja, sedangkan tingkat pekerjaan menjadi bagian dari indikator Employment Outcomes.
Baca: 10 Kampus Indonesia dengan Reputasi Terbaik di Mata Perusahaan Versi QS 2027, UI Teratas













