National University of Singapore (NUS) menjadi universitas terbaik di Asia Tenggara berdasarkan QS World University Rankings (QS WUR) 2027. NUS memperoleh skor 96,2 poin dan berada di peringkat ke-10 dunia.
Posisi berikutnya ditempati Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore). Universitas tersebut meraih skor 93,6 poin dan menduduki peringkat ke-12 dunia.
Universiti Malaya (UM) melengkapi tiga besar Asia Tenggara. Perguruan tinggi asal Malaysia itu berada di peringkat ke-56 dunia dengan skor 81,2 poin.
Universiti Sains Malaysia berada di posisi keempat Asia Tenggara dengan skor 64,9 poin. Peringkatnya naik dari posisi ke-134 dunia pada QS WUR 2026 menjadi ke-128 pada edisi 2027.
Di bawahnya terdapat Universiti Kebangsaan Malaysia dengan skor 64,6 poin dan peringkat ke-130 dunia. Universiti Putra Malaysia menyusul di urutan ke-138, sedangkan Universiti Teknologi Malaysia berada di peringkat ke-158 dunia.
Universitas Indonesia menjadi perguruan tinggi terbaik kedelapan di Asia Tenggara. UI memperoleh skor 56,7 poin dan berada di peringkat ke-191 dunia.
Posisinya sekaligus menjadikan UI sebagai universitas dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam QS WUR 2027. Perguruan tinggi tersebut unggul 15 tingkat dari UGM yang berada di peringkat ke-206 dunia.
UGM menempati posisi kesembilan Asia Tenggara dengan skor 55 poin. Peringkat universitas asal Yogyakarta tersebut naik 18 tingkat dibandingkan QS WUR 2026 yang menempatkannya di urutan ke-224 dunia.
Chulalongkorn University melengkapi daftar 10 besar Asia Tenggara. Universitas asal Thailand itu memperoleh skor 54,6 poin dan menempati peringkat ke-212 dunia, naik sembilan posisi dari urutan ke-221 pada edisi sebelumnya.
Bagaimana QS Menentukan Peringkat Universitas?
QS WUR 2027 memeringkat 1.504 perguruan tinggi di dunia, termasuk 98 universitas yang baru masuk dalam daftar. Penilaian dibagi ke dalam lima kelompok utama, yaitu riset dan penemuan, kesiapan kerja dan hasil lulusan, pengalaman belajar, keterlibatan global, serta keberlanjutan.
Indikator dengan bobot terbesar adalah reputasi akademik sebesar 30 persen. Selanjutnya, sitasi per dosen memiliki bobot 20 persen dan reputasi di kalangan pemberi kerja sebesar 15 persen.
QS juga mempertimbangkan rasio dosen terhadap mahasiswa, hasil kerja lulusan, jumlah dosen dan mahasiswa internasional, jaringan riset internasional, serta aspek keberlanjutan. (RK/D-1)
Baca: Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027, UI Peringkat Pertama













