Adopsi jaringan seluler generasi kelima (5G) di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan sejumlah negara berkembang di Asia. Berdasarkan data GSMA Intelligence, pada 2025 hanya 4% dari total koneksi seluler di Indonesia yang telah menggunakan jaringan 5G.
Sebaliknya, jaringan 4G masih menjadi teknologi dominan dengan pangsa mencapai 92% dari seluruh koneksi seluler nasional. Perbandingan dengan sejumlah negara berkembang di Asia menunjukkan bahwa tingkat adopsi 5G Indonesia masih relatif rendah.
India mencatat tingkat adopsi tertinggi dengan pangsa 37% dari total koneksi seluler pada 2025. Filipina menyusul dengan 25%, sementara Bangladesh baru mencapai 1%. Data untuk Pakistan menunjukkan jaringan 4G masih mendominasi dengan pangsa 80%, sedangkan proporsi penggunaan 5G tidak tercantum.
Di Indonesia, jaringan 4G masih menjadi tulang punggung layanan seluler dengan pangsa mencapai 92%. Jaringan 2G masih menyumbang sekitar 3% dari total koneksi, sedangkan data tidak menunjukkan adanya penggunaan jaringan 3G.
Adopsi 5G Diproyeksikan Meningkat pada 2030
GSMA Intelligence memproyeksikan adopsi jaringan 5G di Indonesia meningkat menjadi 28% pada 2030. Kenaikan tersebut diikuti penurunan pangsa jaringan 4G dari 92% menjadi 71%. Sementara itu, jaringan 2G diperkirakan hanya tersisa sekitar 1% dari total koneksi seluler.
Meski mengalami peningkatan signifikan dibandingkan posisi pada 2025, tingkat adopsi 5G Indonesia masih diproyeksikan berada di bawah India yang diperkirakan mencapai 62% dan Filipina sebesar 46%. Bangladesh diproyeksikan mencapai 20%, sedangkan Pakistan sekitar 8%.
Transisi Berlangsung Bertahap
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa jaringan 4G masih akan menjadi teknologi dominan di sebagian besar negara berkembang Asia hingga akhir dekade. Namun, seiring meningkatnya investasi jaringan dan ketersediaan perangkat yang mendukung teknologi generasi kelima, pangsa penggunaan 5G diperkirakan terus meningkat.
Bagi Indonesia, kenaikan adopsi dari 4% pada 2025 menjadi 28% pada 2030 menunjukkan proses migrasi menuju jaringan generasi kelima yang berlangsung secara bertahap. Meski demikian, jaringan 4G diperkirakan tetap menjadi infrastruktur utama layanan seluler nasional dalam beberapa tahun ke depan. (RK/D-1)
Baca: Penggunaan TikTok untuk Berita di Indonesia Capai 43% pada 2026













