Persaingan masuk Institut Teknologi Bandung melalui jalur SNBT tahun ini kembali memperlihatkan dinamika menarik. Berdasarkan data Kemendikti Saintek, komposisi fakultas dengan daya tampung terbanyak di ITB pada SNBT 2026 didominasi rumpun teknik, sains, dan desain.
Di posisi teratas, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) membuka kapasitas paling besar dengan 130 kursi. Angka ini menempatkan FITB sebagai pintu masuk paling luas bagi calon mahasiswa baru di ITB tahun ini. Di bawahnya, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) menyediakan 115 kursi, diikuti Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dengan 110 kursi.
Dominasi fakultas teknik berlanjut pada peringkat berikutnya. Fakultas Teknologi Industri – Sistem dan Proses (FTI-SP) menyiapkan 105 kursi, sementara Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) menyediakan 100 kursi. Keduanya menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin masuk ke bidang rekayasa industri dan teknologi manufaktur.
Sementara itu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – IPA (FMIPA-IPA) menawarkan 98 kursi. Diikuti Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan dengan fokus infrastruktur sipil, lingkungan, dan kelautan sebanyak 90 kursi, yang mencerminkan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Berikutnya, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Rekayasa (SITH-R) serta Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa (STEI-R) masing-masing menyediakan 75 kursi. Adapun Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) melengkapi daftar ini dengan 67 kursi.
Secara keseluruhan, distribusi ini menunjukkan bahwa ITB masih menitikberatkan pada penguatan bidang rekayasa, sains, dan teknologi sebagai prioritas utama dalam penerimaan mahasiswa baru melalui SNBT 2026. (RK/D-1)
(Baca: Jawa Barat Pimpin Daftar Provinsi dengan Jumlah Kampus Terbanyak di Indonesia pada 2025)













