Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Indonesia pada 2025 menunjukkan angka 54,8 poin secara nasional. Data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional ini mengukur minat baca dari tiga dimensi, pra-membaca (50,05 poin), saat membaca (53,94 poin), dan pasca-membaca (57,9 poin).
Namun, gambaran umum ini menyembunyikan perbedaan signifikan di tingkat provinsi. Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil sebagai provinsi dengan TGM tertinggi di Indonesia pada 2025, memperoleh skor impresif 62,05 poin, jauh melampaui rata-rata nasional. Prestasi ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat NTT terhadap kegiatan membaca.
Posisi kedua ditempati oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan skor 61,19 poin, diikuti oleh Sumatra Selatan di peringkat ketiga dengan 60,86 poin. Provinsi Maluku Utara menyusul di urutan keempat (60,66 poin), sementara Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan juga menunjukkan tingkat kegemaran membaca yang solid dengan skor masing-masing 59,85 poin dan 59,84 poin.
Di sisi lain, data menunjukkan tantangan tersendiri di beberapa wilayah. Sulawesi Barat tercatat memiliki TGM terendah pada 2025, dengan skor 48,63 poin. Wilayah Papua juga berada di kelompok terbawah, di mana Papua meraih 51,12 poin dan Papua Barat 50,77 poin.
Perlu dicatat pula bahwa beberapa provinsi belum memiliki data skor TGM untuk 2025. Wilayah tersebut meliputi Bali, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Data TGM 2025 ini menjadi indikator penting untuk merancang strategi peningkatan literasi yang lebih efektif dan merata di seluruh penjuru Nusantara. (IMR/D-1)
(Baca: Tingkat Gemar Membaca Nasional 2024 Tembus 72,44 Poin, Pascasarjana Tertinggi)













