Jumlah penduduk Indonesia semester I 2026 tercatat sebanyak 290.125.073 jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, sementara lebih dari separuh penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk laki-laki mencapai 146.402.289 jiwa atau 50,46% dari total penduduk nasional.
Sementara itu, jumlah penduduk perempuan tercatat sebanyak 143.722.784 jiwa atau 49,54%. Dengan demikian, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak 2.679.505 jiwa dibandingkan perempuan.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia menurut jenis kelamin relatif berimbang. Selisih persentase antara penduduk laki-laki dan perempuan hanya sebesar 0,92 poin persentase.
Lebih dari Separuh Penduduk Tinggal di Jawa
Dilihat berdasarkan wilayah, konsentrasi penduduk terbesar berada di Pulau Jawa. Wilayah tersebut menampung 55,73% dari total penduduk Indonesia pada semester I/2026.
Sumatra berada di posisi berikutnya dengan porsi 21,92% dari jumlah penduduk nasional. Artinya, sekitar tiga perempat penduduk Indonesia tinggal di Jawa dan Sumatra.
Sulawesi menampung 7,36% penduduk Indonesia, sedangkan Kalimantan memiliki porsi sebesar 6,22%. Selanjutnya, sebanyak 5,57% penduduk tinggal di Bali dan Nusa Tenggara.
Adapun Papua memiliki porsi penduduk sebesar 2,02%. Maluku menjadi wilayah dengan persentase penduduk paling kecil, yakni 1,18% dari total penduduk nasional.
Perekaman KTP Elektronik Mencapai 97,28%
Dalam kesempatan yang sama, Ditjen Dukcapil juga mencatat jumlah penduduk wajib memiliki kartu tanda penduduk elektronik atau KTP-el mencapai 214.347.218 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 208.526.726 jiwa telah melakukan perekaman KTP-el. Angka itu setara dengan 97,28% dari seluruh penduduk wajib KTP.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 2,72% penduduk wajib KTP yang belum melakukan perekaman. Apabila dihitung berdasarkan data tersebut, jumlahnya sekitar 5,82 juta jiwa. (RK/D-1)
Baca: Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik pada 2025, Bagaimana 2026?













