• Hubungi Kami
  • Iklan
  • Karier
  • Pedoman Pemberitaan
  • Sample Page
  • Tentang Kami
  • Tim Kami
  • Visualizer Demo Page
Dataloka.id
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dataloka.id
No Result
View All Result
Home Berita

Shin Tae-yong dan Akhir Perjalanan di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong resmi mengakhiri perjalanan bersama Timnas Indonesia setelah PSSI memutus kerja sama pada Januari 2025. Pelatih asal Korea Selatan ini dikenang atas kontribusinya, termasuk membawa Indonesia lolos ke Piala Asia dan menjadi runner-up Piala AFF 2020.

Raka Maheswara by Raka Maheswara
15 January 2025
in Berita
1
Shin Tae-yong dan Akhir Perjalanan di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong resmi mengakhiri perjalanan bersama Timnas Indonesia setelah PSSI memutus kerja sama pada Januari 2025. (Sumber: Instagram @shintaeyong7777)

592
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Shin Tae-yong resmi berpisah dengan Tim Nasional (Timnas) Indonesia. PSSI mengumumkan pemecatan pelatih asal Korea Selatan itu pada Senin (6/1/2025). Keputusan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Pemecatan ini menandai berakhirnya masa bakti Shin yang dimulai sejak Januari 2020.

Shin Tae-yong adalah figur penting dalam perjalanan Timnas Indonesia beberapa tahun terakhir. Ia memimpin Timnas senior Indonesia dalam 57 pertandingan. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah pencapaian berhasil diraih, termasuk menjadi runner-up Piala AFF 2020, serta mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23.

Lahir di Yeongdeok, Korea Selatan, pada 11 Oktober 1970, Shin Tae-yong bukanlah sosok asing di dunia sepak bola internasional. Ia dikenal sebagai pemain sekaligus pelatih yang pernah menorehkan tinta emas. Shin merupakan satu-satunya figur yang berhasil memenangkan Liga Champions Asia—sebelumnya dikenal sebagai Kejuaraan Klub Asia—baik sebagai pemain maupun pelatih.

Karier sepak bola Shin dimulai usai ia menyelesaikan pendidikan di Yeungnam University. Pada 1992, ia bergabung dengan Ilhwa Chunma, kini bernama Seongnam Ilhwa Chunma. Di musim debutnya, ia langsung mencuri perhatian dengan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik K-League.

Sebagai pemain, Shin Tae-yong dikenal produktif. Dalam 401 pertandingan bersama Ilhwa Chunma, ia mencetak 99 gol dan 68 assist. Prestasinya semakin lengkap dengan tiga gelar juara K-League berturut-turut pada 1993 hingga 1995. Pada 1995, ia terpilih sebagai Pemain Terbaik K-League dan membawa timnya menjuarai Kejuaraan Klub Asia.

Setelah lebih dari satu dekade bermain di Korea Selatan, Shin pindah ke Queensland Roar di Australia pada 2004. Namun, cedera pergelangan kaki memaksanya pensiun setahun kemudian. Keputusan ini membawa Shin meniti karier baru sebagai pelatih.

Perjalanan kepelatihan Shin dimulai pada 2005 sebagai asisten pelatih di Brisbane Roar. Ia kemudian kembali ke Korea Selatan dan memimpin Seongnam Ilhwa sebagai pelatih kepala pada 2009 hingga 2012. Di level internasional, kariernya dimulai sebagai asisten pelatih timnas Korea Selatan pada 2014. Ia kemudian melatih tim U-23, U-20, dan akhirnya timnas senior Korea Selatan.

Shin Tae-yong mencuri perhatian dunia pada Piala Dunia 2018. Sebagai pelatih kepala, ia memimpin Korea Selatan mengalahkan juara bertahan Jerman dengan skor 2-0 di babak penyisihan grup. Kemenangan ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Pada 2020, Shin Tae-yong memulai petualangan baru bersama Timnas Indonesia. Ia dipercaya menangani tim senior, U-19, dan U-23. Meski menghadapi berbagai tantangan, Shin berhasil membawa perubahan signifikan pada performa tim Garuda.

Namun, kebersamaan Shin dengan Timnas Indonesia harus berakhir pada Januari 2025. Keputusan PSSI untuk memutus kerja sama ini menjadi akhir perjalanan seorang pelatih yang telah memberikan kontribusi besar bagi sepak bola Indonesia.

Di luar lapangan, Shin Tae-yong adalah seorang suami dan ayah. Ia menikah dengan Cha Young-ju dan memiliki dua anak, Shin Jae-won dan Shin Jae-hyeok. Sosok Shin Tae-yong akan selalu dikenang sebagai pelatih yang membawa harapan baru bagi sepak bola Indonesia, meski perjalanannya bersama Tim Garuda kini telah usai. (RK/D-1)

Karier Shin Tae-yong

Pemain

  • Ilhwa Chunma, Korea Selatan (1992-2004)
  • Queensland Roar, Australia (2004-2005)

Pelatih

  • Queensland Roar (asisten) (2005-2008)
  • Seongnam Ilhwa Chunma (2008-2012)
  • Korea Selatan (interim) (2014)
  • Korea Selatan (asisten) (2014-2017)
  • Korea Selatan U-23 (2015-2016)
  • Korea Selatan U-20 (2016-2017)
  • Korea Selatan (2017-2018)
  • Indonesia U-20 (2020-2023)
  • Indonesia U-23 (2020-2025)
  • Indonesia (2020-2025)

(Baca: Profil Patrick Kluivert, Pelatih Baru Timnas Indonesia)

Source: Berbagai Sumber
Tags: olahragapelatihprofilsepak bolatimnas Indonesia
Previous Post

Jumlah Konten Hoaks di Indonesia 2024 Berdasarkan Jenisnya

Next Post

Registrasi SNPMB 2025 telah Dimulai, Intip Jadwal dan Tahapannya

Raka Maheswara

Raka Maheswara

Editor di Dataloka.id - Bergabung sejak 21 Agustus 2024. Pencinta jurnalisme data yang senang mengolah angka menjadi narasi bermakna.

Next Post
Registrasi SNPMB 2025 telah Dimulai, Intip Jadwal dan Tahapannya

Registrasi SNPMB 2025 telah Dimulai, Intip Jadwal dan Tahapannya

Comments 1

  1. Pingback: Survei Indikator, Mayoritas Warga RI Puas dengan PSSI – Dataloka.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Kekuatan dan Kelemahan 10 Kampus Terbaik Indonesia di THE WUR 2027
  • 10 Kampus Indonesia dengan Skor THE WUR 2027 Paling Seimbang, Unsri Teratas
  • Unair vs UI, Siapa Kampus Paling Internasional Versi THE WUR 2027?
  • TKA 2026 Mulai 26 Oktober, Durasi Matematika Naik Jadi 75 Menit
  • Daftar Gaji Data Analyst di Indonesia 2026, Jakarta Timur Tertinggi

Recent Comments

  1. Inflasi Sulut Tembus 7,59 Persen, Tertinggi se-Indonesia; Cabai, Tomat, dan Ikan Tude Jadi Pemicu - LENSA-INDO.COM on Inflasi Sulawesi Utara Tertinggi di Indonesia pada September 2026, Capai 7,59%
  2. UI dan UIN Sunan Kalijaga, Beda Kekuatan di THE WUR 2027 – Dataloka.id on 10 Kampus Indonesia dengan Skor Industri Tertinggi THE WUR 2027, UI Teratas
  3. Di 11 Provinsi, Rata-Rata Kuliah S1 Memakan Waktu 4,5 Tahun atau Lebih – Dataloka.id on 10 Provinsi dengan Kampus Terbanyak 2025, Jawa Barat Teratas tetapi Banten Pimpin Mahasiswa Baru
  4. Satu dari Tiga Lulusan Perguruan Tinggi 2025 Berasal dari PPG – Dataloka.id on Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa
  5. Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa – Dataloka.id on Jumlah Mahasiswa Baru Indonesia Capai 2,16 Juta pada 2025, Banten Terbanyak

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Infografik
  • Politik
  • Uncategorized
  • Hubungi Kami
  • Iklan
  • Karier
  • Pedoman Pemberitaan
  • Sample Page
  • Tentang Kami
  • Tim Kami
  • Visualizer Demo Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Hubungi Kami
  • Iklan
  • Karier
  • Pedoman Pemberitaan
  • Sample Page
  • Tentang Kami
  • Tim Kami
  • Visualizer Demo Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.